Saya memperhatikan sesuatu yang menarik — ketika mendengarkan Evan Spiegel, saya menyadari bahwa logika desain teknologi di kepalanya sangat berbeda. Bukan tentang suka dan peringkat, tetapi tentang bagaimana orang benar-benar ingin berkomunikasi.



Ini ceritanya. Pada tahun 2011, seorang pria belajar di Stanford, mempelajari desain produk, dan dia mendapatkan inspirasi — komputer selalu memisahkan kita. Terdengar aneh? Tapi jika dipikirkan, dulu orang duduk di depan monitor sendirian, terputus dari dunia. Evan Spiegel melihat itu dan memutuskan untuk melakukan sebaliknya.

Begitulah Snapchat lahir. Ide dasarnya radikal — foto dan video yang menghilang. Ketika semua orang lain menyimpan konten selamanya, dia mengusulkan untuk hidup di saat ini. Filosofinya sederhana: teknologi harus membantu hubungan nyata, bukan menggantinya.

Menariknya, Evan Spiegel dalam satu wawancara berbicara tentang ketergantungan pada ponsel pintar. Dia melihat antrean orang tua yang menunggu anak dari sekolah — semua di ponsel. Dan dia menyadari: ini masalah. Teknologi bisa menjadi racun jika dirancang secara salah.

Hasilnya, Snapchat menjadi platform komunikasi visual. Di sana lebih banyak selfie daripada di iPhone secara keseluruhan — statistiknya gila. Tapi ini bukan karena orang narsis. Mereka hanya menggunakan gambar untuk berkomunikasi, bukan untuk mendokumentasikan. Pendekatan yang benar-benar berbeda.

Ini adalah kesalahan di awal — Evan Spiegel dan tim menciptakan produk yang keren, tetapi tidak memikirkan tentang distribusi. Kemudian mereka menyadari bahwa perangkat lunak yang sempurna tanpa strategi penguasaan pasar adalah sia-sia. Mereka harus belajar lagi.

Ketika pada tahun 2013 Facebook menawarkan 3 miliar dolar untuk Snapchat, Evan Spiegel muda menolak. Sekarang ini terlihat sebagai langkah brilian — empat tahun kemudian, perusahaan go public dengan valuasi 24 miliar. Tapi saat itu, itu hanyalah keyakinan pada ide mereka sendiri.

Yang paling penting dalam pendekatannya — memahami bahwa teknologi sering mempengaruhi perilaku orang secara tak terduga. Misalnya, semua disimpan selamanya karena dulu hard disk mahal untuk menulis ulang. Tidak ada yang secara khusus merencanakan ini. Tapi ini membentuk seluruh internet.

Jadi, yang utama — pikirkan bagaimana teknologi Anda mengubah kehidupan orang. Meningkatkan atau merusak? Evan Spiegel memilih yang pertama. Dan tampaknya, itu berhasil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan