Dua anggota korps tentara cadangan yang tidak melaporkan operasi bursa aset virtual, dihukum penjara karena perdagangan narkoba

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Operasi yang tidak melaporkan bursa perdagangan aset virtual, dua perwira tentara yang mengubah dana pembelian narkoba menjadi aset virtual dan menyerahkannya kepada pengedar narkoba dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan.

Pengadilan Kriminal Bagian 4 di Changwon pada tanggal 26 menyatakan bahwa A dan satu orang lain yang diduga melanggar “Undang-Undang Pengelolaan Kategori Narkoba” dan lain-lain, masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun, dan memerintahkan kedua orang tersebut untuk bersama-sama menyita 54,69 juta won Korea.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa mereka bertemu dengan rekan pelaku selama bertugas di Komando Pasukan Khusus Tentara Darat, dan dari tahun 2023 hingga 2024 mengoperasikan bursa aset virtual yang tidak dilaporkan di Telegram. Jaksa berpendapat bahwa mereka sebanyak 90 kali menukarkan dana pembelian narkoba sebesar total 54,69 juta won Korea menjadi aset virtual dan menyerahkannya kepada pengedar narkoba, membantu transaksi narkoba. Bagian yang menjadi perhatian penyelidik bukan hanya sekadar pertukaran, tetapi mereka memanfaatkan struktur transaksi aset virtual yang relatif anonim, yang berfungsi sebagai penghubung aliran dana transaksi narkoba.

Divisi Pengadilan secara khusus memandang bahwa terdakwa yang memimpin dan mengawasi organisasi serta memerintahkan kejahatan sebagai faktor penting. Pengadilan berpendapat bahwa karena jumlah kejahatan yang dilakukan cukup banyak, skala transaksi tidak kecil, dan terdakwa yang merupakan anggota militer turut serta secara sistematis bersama rekan pelaku dalam kejahatan, sifat kejahatan ini sangat buruk. Penyitaan sebesar 54,69 juta won Korea adalah langkah untuk mengembalikan dana yang setara dengan jumlah yang digunakan dalam kejahatan, yang berarti tidak akan membiarkan dana yang mengalir melalui transaksi ilegal dibiarkan begitu saja.

Putusan ini menunjukkan bahwa jika aset virtual disalahgunakan sebagai alat penyelesaian dan transfer dalam transaksi ilegal, pengadilan tidak akan menganggapnya sebagai tindakan pendukung semata, melainkan sebagai bagian inti yang mendukung peredaran narkoba dan akan memberikan hukuman berat. Tren ini di masa depan kemungkinan akan memperkuat penyelidikan dan hukuman terhadap pelanggaran terkait bisnis aset virtual yang tidak dilaporkan dan kejahatan narkoba yang digabungkan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan