Baru-baru ini, para analis pasar memberikan peringatan menarik yang sangat penting terkait harga minyak. Melihat sejarah, pola tersebut sangat jelas.



Pada tahun 1973, ketika pasokan minyak berkurang hanya 7%, harga melonjak hingga 300%. Pada tahun 1979, penurunan 5% menyebabkan kenaikan sebesar 150%. Pada tahun 1990, pengurangan 6% memicu lonjakan sebesar 130%. Angka-angka ini bukan sekadar data — mereka menunjukkan betapa kecilnya gangguan pasokan dapat menyebabkan kenaikan harga yang besar.

Saat ini, gangguan pasokan yang mungkin terjadi di sekitar Selat Hormuz adalah sekitar 15%. Ini jauh lebih besar daripada semua contoh sejarah tersebut. Bayangkan jika gangguan sebesar 15% ini berlangsung selama berbulan-bulan, bukan hanya beberapa minggu.

Di sinilah masalahnya. Sebagian besar model institusional hanya menganggap durasi gangguan ini sebagai "beberapa hari hingga beberapa minggu". Tetapi tidak ada model yang secara serius mempertimbangkan kemungkinan bahwa gangguan ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Dan di sinilah pasar bisa berubah. Selama ketidakpastian ini tetap ada, investor jangka panjang akan dipaksa untuk masuk ke pasar, yang dapat mendorong harga lebih tinggi lagi. Pendekatan ini agak mirip dengan bagaimana sistem pembayaran seperti Edenred menjaga likuiditas di pasar — selama ketidakpastian berlangsung, volume dan tekanan akan terus meningkat. Jika kondisi kekurangan pasokan ini berlangsung lama tanpa sistem stabil seperti Edenred, harga bisa melonjak dengan sangat cepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan