Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Situasi menarik berkembang seputar kebijakan moneter Jepang. Minggu lalu, Perdana Menteri Jepang Takaki bertemu dengan Kepala Bank Jepang Ueda, dan yang menarik perhatian — segera setelah itu yen mulai melemah terhadap dolar dan euro.
Menurut informasi dari Mainichi Shimbun, Perdana Menteri Jepang menyatakan kekhawatirannya terkait kenaikan suku bunga lebih lanjut. Tampaknya, ini adalah pertemuan biasa, tetapi pasar bereaksi cukup tajam. Ini menunjukkan bahwa para investor secara cermat memantau setiap isyarat kemungkinan ketidaksepakatan antara pemerintah dan bank sentral.
Ueda, di pihaknya, menekankan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat diskusi umum tentang kondisi ekonomi, tanpa petunjuk konkret mengenai kebijakan moneter. Tetapi inti dari masalah ini — Perdana Menteri Jepang menekankan pentingnya koordinasi antara Bank Jepang dan pemerintah untuk mencapai target inflasi sebesar 2% di tengah kenaikan upah.
Terlihat bahwa pasar saat ini menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Spekulasi tentang kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral di tengah kenaikan biaya hidup dan pelemahan mata uang — semua ini masih relevan. Dan sejauh mana tindakan Perdana Menteri dan Bank Jepang akan sinkron, masih menjadi pertanyaan terbuka. Situasi ini jelas membutuhkan pengamatan yang cermat.