Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya memperhatikan tren menarik dari bank sentral. ANZ baru saja merilis prediksi terbaru tentang kebijakan Reserve Bank of New Zealand, mereka memperkirakan akan ada serangkaian kenaikan suku bunga secara berturut-turut.
Secara spesifik, ANZ memperkirakan Reserve Bank of New Zealand akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut pada bulan Juli, September, dan Oktober, masing-masing sebesar 25 basis poin, sehingga akhirnya suku bunga resmi mencapai 3%. Kenaikan suku bunga ini sebenarnya cukup signifikan.
Interpretasi dari kepala ekonom ANZ, Sharon Zorn, patut diperhatikan. Dia berpendapat bahwa ritme kenaikan suku bunga ini akan sangat kuat, sehingga bank telah menyesuaikan ekspektasinya—tidak lagi menganggap perlu menaikkan suku bunga hingga 3,5%. Dia menyatakan bahwa begitu suku bunga mencapai 3%, maka suku bunga akan dipertahankan di level tersebut tanpa perubahan.
Logika di baliknya sebenarnya juga mudah dipahami. Dengan tekanan inflasi yang terus berlanjut, jika suku bunga tetap di level yang merangsang, Reserve Bank of New Zealand pasti akan merasa tidak nyaman. Jadi, siklus kenaikan suku bunga ini tampaknya sedang mempersiapkan pendinginan ekonomi. Bagi mereka yang memperhatikan kebijakan bank sentral dan lingkungan moneter, sinyal ini cukup penting.