Pergerakan pasar saham yang bergejolak dan inflasi yang saling terkait, mengapa perlu menata portofolio dana indeks berbasis dividen?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Mengapa aset dividen disebut sebagai pilihan investasi bertipe “pengumpulan sewa”?

Sebagian besar investor akhir-akhir ini mungkin merasa bingung: membuka perangkat lunak pasar, pasar naik turun tak menentu; pergi ke pompa bensin, harga bensin juga jauh lebih mahal dari sebelumnya, “92, isi penuh!” yang dulu bisa diucapkan sembarangan, sekarang harus dipikirkan lagi; harga bahan produksi dan barang konsumsi juga meningkat, uang sepertinya semakin tidak berharga—itulah ujian ganda yang kita hadapi saat ini, yaitu “gejolak pasar saham” dan “inflasi”.

Dalam konteks ini, investor terjebak dalam dilema: ingin menghasilkan uang, takut kehilangan modal saat pasar saham bergejolak; ingin melindungi uang, takut inflasi membuat nilai uang menurun. Aset dividen adalah kunci untuk memecahkan dilema ini, dan dana indeks adalah alat utama untuk pengaturan portofolio.

Mengapa aset dividen disebut sebagai aset “pengumpulan sewa”?

Aset dividen memiliki julukan lain sebagai “aset pengumpulan sewa”, karena alasan utama: perusahaan di balik aset ini stabil dalam menghasilkan keuntungan, memiliki cukup kas, dan bersedia membagikan keuntungan tersebut kepada investor melalui dividen tunai. Membeli aset dividen seperti menyewakan properti, di mana kita secara rutin menerima “sewa”.

Manajemen keuangan paling mengutamakan “stabil” dan “sederhana”, perusahaan di balik aset dividen sebagian besar beroperasi di industri batu bara, minyak, transportasi, dan perbankan, yang dua keunggulannya sangat sesuai dengan kebutuhan kita.

Keunggulan pertama: mampu melawan inflasi dan mencegah depresiasi nilai. Saat inflasi terjadi, harga produk dari industri batu bara, minyak, dan sejenisnya akan naik, perusahaan akan mendapatkan lebih banyak uang, dan harga sahamnya pun cenderung ikut naik;

Keunggulan kedua: arus kas stabil, mampu menahan gejolak pasar saham. Saat pasar saham bergejolak, banyak saham naik turun beberapa poin dalam satu hari, membuat hati panik. Sedangkan aset dividen, keuntungan utamanya adalah “stabil”—dibandingkan aset pertumbuhan, fluktuasi harga saham lebih kecil; industri transportasi dan perbankan yang berfungsi sebagai “batu penyeimbang” juga memiliki pendapatan dan laba yang relatif stabil, mampu menyediakan arus kas dan dividen yang konsisten.

Praktik investasi: Bagaimana menyusun aset dividen?

Banyak investor bertanya: tahu bahwa aset dividen baik, tapi bagaimana cara membelinya? Tidak perlu membeli saham secara langsung, cukup melalui dana indeks untuk pengaturan portofolio, yang lebih sederhana dan biaya serta risiko lebih rendah. Di pasar A-share, ada dua jenis indeks yang bisa langsung digunakan untuk menyusun aset dividen, dan layak diperhatikan.

Jenis pertama adalah indeks dividen sebagai perlindungan defensif. Misalnya, Indeks Dividen CSI 300 memilih perusahaan yang stabil dalam membayar dividen dan memiliki rasio dividen tinggi, dengan tiga industri utama yaitu perbankan, batu bara, dan transportasi yang total bobotnya lebih dari 50%, mampu melawan inflasi dan memiliki arus kas yang stabil; serta Indeks Dividen CSI 300 dengan volatilitas rendah yang lebih ketat, di mana perbankan memiliki bobot hingga 50%, sehingga sifat defensifnya lebih menonjol.

Untuk dana indeks, ada ETF CSI 300 Dividen (A/C/Y: 009051/009052/022925) dan ETF CSI 300 Dividen Volatilitas Rendah (A/C: 020602/020603), keduanya dengan biaya pengelolaan sekitar 0,15% per tahun.

Jenis kedua adalah indeks “dividen +”, yang menggabungkan pertahanan dan serangan. Misalnya, Indeks Arus Kas Bebas Nasional (National Free Cash Flow Index), yang terdiri dari perusahaan dengan arus kas sangat cukup, termasuk industri minyak dan petrokimia, logam non-ferrous, dan industri yang diuntungkan dari inflasi, serta perusahaan dengan arus kas kuat yang bisa membagikan dividen sekaligus melakukan ekspansi, menggabungkan “dividen” dan “fleksibilitas”. Produk terkait termasuk ETF CSI National Free Cash Flow (A/C: 024566/024567); dan Indeks Nilai Nasional 100 (National Value 100 Index), yang selain memiliki dividen tinggi, juga mempertimbangkan rasio harga terhadap laba rendah dan rasio arus kas tinggi, sehingga dividen tinggi menjamin pembayaran dividen perusahaan, rasio harga terhadap laba rendah menunjukkan harga saham tidak mahal, dan rasio arus kas tinggi menunjukkan perusahaan menghasilkan uang secara stabil. Produk terkait adalah ETF CSI Value 100 (A/C: 025497/025498).

Jika memiliki akun saham, juga bisa menyusun ETF di pasar dalam negeri, seperti ETF dividen EasyFund (515180), ETF dividen volatilitas rendah EasyFund (563020), ETF arus kas bebas EasyFund (159222), dan ETF nilai EasyFund (159263).

Bagi investor, dalam kondisi pasar saat ini, tujuan manajemen keuangan adalah “stabil”, yaitu melindungi modal, melawan inflasi, dan secara perlahan meningkatkan nilai. Tidak ada salahnya menggunakan indeks dividen sebagai dasar portofolio defensif, lalu dipadukan dengan indeks “dividen +” yang serba guna, untuk mengadopsi strategi “kombinasi” dalam menghadapi gejolak pasar dan inflasi.

Peringatan risiko: Dana memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan