Indonesia berencana mengambil langkah penghentian pengurangan tarif terhadap Uni Eropa

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Indonesia akan mengajukan permintaan “Penangguhan Konsesi” kepada mekanisme penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan alasan Uni Eropa tidak mematuhi putusan WTO dalam sebuah kasus sengketa minyak sawit. Menteri Perdagangan Indonesia Budi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 7 bahwa Uni Eropa tidak menyesuaikan kebijakannya sesuai jadwal, atau tidak sepenuhnya mematuhi putusan dan saran mekanisme penyelesaian sengketa minyak sawit, sehingga Indonesia memutuskan untuk mengajukan “Permintaan Penangguhan Konsesi” (Suspension-of-concessions request) ke WTO. Ia menyatakan bahwa permintaan penangguhan konsesi ini terutama difokuskan pada perdagangan barang, tetapi pemerintah Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk meminta penangguhan konsesi di bidang lain. “Penangguhan Konsesi” WTO adalah langkah balasan yang diotorisasi, yaitu ketika anggota gagal menegakkan putusan mekanisme penyelesaian sengketa WTO, pihak yang dirugikan dapat, dengan otorisasi WTO, menangguhkan kewajiban mereka seperti pengurangan tarif, biasanya berupa penambahan tarif balasan secara sepihak, dengan tujuan memaksa pihak yang melanggar untuk mematuhi aturan multilateral. (Cailian Press)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan