Belakangan ini saat melihat portofolio investasi, saya menemukan sebuah pertanyaan yang cukup menarik. Banyak orang memegang dana indeks S&P 500, yang memang merupakan pilihan yang stabil dan jangka panjang, tapi pernahkah Anda berpikir bahwa indeks ini sebenarnya sudah sedikit berbeda sekarang?



Pengembalian selama 20 tahun dari S&P 500 mendekati 695%, angka ini memang terlihat sangat menarik. Tapi ada risiko tersembunyi di baliknya—sekarang indeks ini semakin didominasi oleh saham teknologi. Nvidia, Apple, Microsoft, ketiga perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 11 triliun dolar, dan proporsi mereka dalam Vanguard S&P 500 ETF sudah melebihi 20%. Singkatnya, hanya beberapa raksasa teknologi yang menentukan naik turunnya seluruh indeks.

Ini memiliki sisi baik dan buruk. Saham teknologi memang cepat menghasilkan uang—Nvidia naik hampir 1000% dalam tiga tahun—tapi volatilitasnya juga besar. Jika Anda berinvestasi di ETF S&P 500 untuk mendapatkan pengembalian yang stabil, sekarang justru menghadapi risiko yang lebih tinggi, terutama saat pasar bergejolak. Ingat krisis pasar tahun 2022? Saham teknologi jatuh paling parah, dan ETF Vanguard ini pun ikut terjun.

Jadi, ada yang memikirkan alternatif lain—ETF S&P 500 dengan bobot sama dari Invesco. Dana ini juga mengikuti S&P 500, tetapi setiap saham memiliki bobot yang hampir sama, tidak peduli apakah itu raksasa teknologi atau perusahaan tradisional. Keuntungan dari pendekatan ini adalah risiko yang lebih tersebar, sehingga kinerja satu saham atau satu industri tidak terlalu mempengaruhi dana secara signifikan.

Namun, ini juga memiliki konsekuensi. Ketika saham unggulan dan saham biasa memiliki bobot yang sama, perusahaan-perusahaan yang sangat menguntungkan tidak lagi mampu menggerakkan kinerja dana secara besar-besaran. Dalam 10 tahun terakhir, ETF S&P 500 dari Vanguard tampil jauh lebih baik, terutama karena pertumbuhan pesat saham teknologi dalam beberapa tahun terakhir. Tapi sebelum 2020, kinerja kedua dana ini sebenarnya cukup seimbang.

Pertanyaannya sekarang, jika saham teknologi terus memimpin, terutama dengan tren AI yang terus berkembang, jarak kinerja ini mungkin akan semakin melebar. Sebaliknya, jika pasar mengalami koreksi, ETF dengan bobot sama bisa lebih tahan terhadap penurunan.

Jadi, pilihan mana yang lebih baik benar-benar tergantung pada toleransi risiko Anda sendiri. Jika Anda bisa menerima volatilitas dan ingin mengejar pertumbuhan yang didorong oleh teknologi, ETF S&P 500 dari Vanguard mungkin lebih cocok. Tapi jika Anda lebih mengutamakan stabilitas dan ingin mengurangi risiko serta fluktuasi, versi bobot sama dari Invesco bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Kedua ETF ini adalah alat yang bagus untuk mengikuti jejak S&P 500, yang penting adalah menemukan yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan