Jadi jika Anda telah melihat peluang investasi dan bertanya-tanya bagaimana mengukur apakah sesuatu layak untuk uang Anda, izinkan saya menjelaskan sesuatu yang sangat berguna bagi saya: indeks profitabilitas, atau PI seperti yang biasa orang sebut dalam percakapan bisnis.



Pada dasarnya, PI hanyalah cara untuk memeriksa apakah uang yang akan Anda hasilkan dari sebuah investasi mengalahkan apa yang Anda tanamkan. Anda mengambil nilai sekarang dari semua arus kas masa depan yang Anda harapkan dan membaginya dengan investasi awal Anda. Jika angka itu keluar di atas 1, Anda mungkin sedang melihat sesuatu yang solid. Di bawah 1? Mungkin bukan langkah terbaik Anda.

Izinkan saya memberi Anda contoh singkat. Katakan Anda berpikir untuk menginvestasikan $100.000 ke dalam sesuatu dan Anda memperkirakan arus kas masa depan bernilai $120.000 dalam uang hari ini. Itu memberi Anda PI sebesar 1,2. Cukup sederhana, bukan? Itu di atas 1, jadi terlihat menguntungkan. Tapi jika arus kas masa depan itu hanya bernilai $90.000, PI Anda akan menjadi 0,9, yang menandakan Anda mungkin ingin melewatkannya.

Apa yang saya sukai dari penggunaan PI adalah bahwa itu benar-benar memperhitungkan nilai waktu dari uang. Ini tidak hanya melihat angka mentah, tetapi mendiskontokan arus kas masa depan kembali ke nilai sebenarnya hari ini. Itu memberi Anda gambaran yang jauh lebih jelas daripada sekadar membandingkan angka mentah.

Di sinilah menariknya. Ketika Anda membandingkan beberapa proyek, PI benar-benar bersinar. Itu membantu Anda menentukan mana yang memberikan pengembalian terbaik per dolar yang diinvestasikan, yang sangat penting saat modal Anda terbatas. Anda dapat mengurutkan proyek berdasarkan PI mereka dan fokus pada yang memaksimalkan pengembalian relatif terhadap pengeluaran Anda.

Namun, ada beberapa keterbatasan nyata yang perlu diketahui. Pertama, PI kadang-kadang bisa membuat proyek kecil dengan rasio tinggi terlihat lebih baik daripada proyek besar yang mungkin menghasilkan nilai total lebih banyak. Kedua, itu mengasumsikan tingkat diskonto Anda tetap konstan sepanjang proyek, yang tidak selalu terjadi di pasar nyata. Dan ketiga, ini murni berfokus pada angka. Itu tidak mempertimbangkan hal strategis seperti apakah ini sesuai dengan visi jangka panjang Anda atau bagaimana posisi Anda di pasar.

Sekarang, jika Anda membandingkan alat investasi, Anda mungkin juga pernah mendengar NPV dan IRR. Berikut perbedaannya. NPV memberi tahu Anda keuntungan absolut yang akan Anda hasilkan, sementara PI memberi tahu efisiensi keuntungan tersebut relatif terhadap investasi Anda. IRR menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan di mana NPV mencapai nol. Semuanya berguna, tetapi mereka menjawab pertanyaan yang sedikit berbeda. Makna PI dalam bisnis benar-benar tentang efisiensi dan perbandingan, sementara NPV tentang nilai absolut, dan IRR tentang tingkat pertumbuhan.

Hal utama adalah menggunakannya bersama-sama. Jangan hanya mengandalkan PI saja. Gabungkan dengan NPV dan IRR untuk mendapatkan gambaran lengkap apakah investasi tersebut masuk akal untuk Anda.

Intinya: PI adalah metrik yang solid dan sederhana. Apa pun di atas 1 umumnya baik, apa pun di bawahnya umumnya tidak. Ini bukan seluruh ceritanya, tetapi mengetahui cara menggunakannya dan kapan menggabungkannya dengan metrik lain bisa sangat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih cerdas. Ingat, ini hanyalah satu alat dalam kotak peralatan Anda, bukan satu-satunya yang penting.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan