CEO World Bank Ajay Banga memperingatkan akan ada peristiwa besar yang berlangsung selama berbulan-bulan meski perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AS) tercapai yang membuat dibukanya kembali Selat Hormuz.



“Jadi kita harus bersiap menghadapi beberapa bulan ketidakstabilan di negara-negara ini,” katanya melansir CNBC International pada Kamis (16/04).

Ia juga menilai bahwa memerlukan waktu beberapa bulan ke depan untuk memulihkan keadaan seperti semula sebelum pecahnya perang antara Iran dan AS. Sehingga, menurutnya orang-orang perlu mempersiapkan diri.

Dirinya juga mencatat bahwa tingkat inflasi harus dapat terkendali agar keadaan pasar imbas ketidakstabilan geopolitik dapat pulih. Terlebih, jika inflasi belum stabil dapat menyulitkan bank sentral untuk menentukan arah kebijakan moneternya.

Sebagai informasi, kebijakan The Federal Reserve (The Fed) diperketat dengan menahan suku bunga 3,50%-3,75% selama tiga bulan terakhir. Ini dapat terjadi karena tingkat inflasi yang kian meningkat yang diperparah dengan perang antara Iran dan AS.

Perang Iran dan AS tersebut membuat harga minyak menjadi mahal dan membuat harga barang-barang juga naik. Hal itu terjadi karena Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak dunia ditutup oleh Iran akibat ulah Presiden AS Donald Trump yang terus menyerang Teheran.
#GatePreIPOsLaunchesWithSpaceX
#Gate13thAnniversaryLive
post-image
[Pengguna telah membagikan data perdagangannya. Buka Aplikasi untuk melihat lebih lanjut].
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan