Jadi saya sudah berpikir tentang mengapa begitu banyak trader ritel kesulitan dengan timing pasar, dan jujur saja, konsep perdagangan jalan acak terus kembali ke saya. Ada teori lama yang mengatakan bahwa mencoba memprediksi pergerakan saham adalah buang-buang energi. Biarkan saya uraikan apa yang sebenarnya terjadi di sini.



Pada tahun 1973, ekonom Burton Malkiel menerbitkan buku berjudul A Random Walk Down Wall Street, dan buku itu secara mendasar menantang cara orang berpikir tentang pemilihan saham. Argumen utamanya sederhana tapi kejam: harga saham bergerak secara tidak dapat diprediksi, dan tren masa lalu hampir tidak memberi tahu apa yang akan datang selanjutnya. Jika Anda pernah memperhatikan bahwa grafik analisis teknikal Anda tidak secara konsisten memprediksi apa pun, Anda pada dasarnya sedang mengalami perdagangan jalan acak dalam aksi.

Ide ini berakar pada sesuatu yang disebut hipotesis pasar efisien, yang mengatakan bahwa semua informasi yang tersedia sudah tercermin dalam harga saat ini. Jadi begitu info baru masuk ke pasar, langsung diserap secara instan. Ini berarti baik analisis teknikal maupun analisis fundamental mendalam tidak memberi Anda keunggulan nyata dalam memprediksi pergerakan jangka pendek. Ini adalah hal yang sulit diterima oleh trader aktif, tetapi data cukup konsisten tentang hal ini.

Sekarang, di sinilah menjadi menarik untuk investasi nyata. Jika teori perdagangan jalan acak ini benar, maka mencoba mengalahkan pasar melalui pemilihan saham aktif mungkin sebenarnya sia-sia. Alih-alih mengejar pola yang tidak ada, banyak investor pintar beralih ke strategi pasif. Mereka hanya membeli dana indeks luas seperti S&P 500, menyebarkan risiko mereka di ratusan saham, dan membiarkan waktu bekerja.

Namun, tidak semua orang sepenuhnya percaya ini. Beberapa trader berpendapat bahwa gelembung dan crash pasar menunjukkan pola yang bisa dieksploitasi, setidaknya untuk sementara waktu. Dan pasti ada kelompok yang percaya bahwa ketidakefisienan pasar tertentu memang ada dan bisa dimanfaatkan oleh investor yang terampil. Perdebatan perdagangan jalan acak ini pada dasarnya antara mereka yang berpikir pasar secara fundamental tidak dapat diprediksi versus mereka yang melihat peluang dalam kebisingan.

Tapi inilah pelajaran praktisnya: apakah Anda sepenuhnya menerima teori jalan acak atau tidak, bukti menunjukkan bahwa pendekatan jangka panjang yang terdiversifikasi mengungguli sebagian besar strategi perdagangan aktif. Alih-alih terlalu fokus pada pergerakan harga harian atau mencoba waktu masuk dan keluar, Anda lebih baik secara konsisten berinvestasi dalam dana indeks berbiaya rendah, membiarkan pertumbuhan majemuk bekerja selama bertahun-tahun dan dekade.

Konsep perdagangan jalan acak ini benar-benar menyoroti betapa besar ketidakpastian yang ada dalam pergerakan harga jangka pendek. Bukan berarti pasar tidak rasional, tetapi memprediksi mereka secara konsisten pada dasarnya tidak mungkin. Jadi, jika Anda ingin membangun kekayaan nyata, fokuslah pada pertumbuhan stabil jangka panjang melalui diversifikasi, daripada mengejar langkah besar berikutnya setiap saat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan