Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pernah bertanya-tanya mengapa beberapa investor terlalu fokus pada ekuitas pemegang saham di neraca? Sebenarnya cukup sederhana setelah Anda memecahnya.
Saya perhatikan kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sebenarnya hanya ada dua cara perusahaan dapat meningkatkan ekuitas pemegang sahamnya. Satu mudah, satu sulit. Biarkan saya jelaskan.
Jalur yang langsung adalah ketika pemegang saham menyuntikkan lebih banyak uang ke dalam bisnis. Pikirkan ini: ketika sebuah perusahaan membutuhkan modal, mereka bisa meminjam (yang hanya menambah utang) atau mendapatkan investor untuk menyuntikkan uang secara langsung. Ketika investor menambah modal sebagai imbalan kepemilikan, itu adalah dampak langsung terhadap ekuitas pemegang saham. Tidak ada utang yang mengimbanginya, hanya pertumbuhan ekuitas murni. Bahkan perusahaan yang sudah mapan melakukan ini melalui penawaran saham sekunder. Mereka menjual saham baru, mendapatkan uang, dan boom—ekuitas pemegang saham meningkat.
Tapi di sinilah yang menjadi menarik. Cara lain untuk meningkatkan ekuitas pemegang saham jauh lebih sulit: benar-benar menghasilkan uang dan menyimpannya.
Perusahaan menghasilkan laba setiap saat, tetapi itu tidak otomatis berarti ekuitas pemegang saham naik. Kuncinya adalah apa yang mereka lakukan dengan laba tersebut. Katakan sebuah perusahaan mendapatkan $10 juta dalam laba satu tahun. Jika mereka menyimpan uang itu alih-alih membayar dividen, item laba ditahan di neraca melonjak sebesar $10 juta. Ekuitas pemegang saham bertambah. Tapi jika mereka membagikan seluruh $10 juta sebagai dividen? Ekuitas pemegang saham tetap datar. Uang keluar dari perusahaan, jadi tidak ada yang terkumpul.
Inilah sebabnya investor sebenarnya lebih menyukai jalur kedua. Ini menunjukkan bahwa perusahaan cukup kuat untuk tumbuh sendiri daripada terus-menerus membutuhkan suntikan modal baru. Membangun ekuitas melalui laba ditahan adalah tanda kekuatan bisnis yang nyata, bukan sekadar kemurahan hati pemegang saham.
Perbedaan antara kedua jalur ini jauh lebih penting daripada yang dipikirkan kebanyakan orang saat menilai apakah sebuah perusahaan benar-benar menjadi lebih berharga dari waktu ke waktu.