Belakangan ini banyak pemula yang bertanya bagaimana memilih jenis order trading, terutama saat membeli Bitcoin atau Ethereum yang sering membuat bingung. Sejujurnya, jenis order yang berbeda memang akan mempengaruhi hasil tradingmu, jadi memang layak untuk meluangkan waktu memahami hal ini.



Jika kamu ingin memiliki lebih banyak kendali atas tradingmu, limit order adalah alat yang bagus. Singkatnya, buy limit adalah kamu menetapkan harga beli tertentu, lalu menaruh order tersebut di buku order menunggu terpenuhi. Harga ini ditentukan olehmu sendiri, selama harga pasar turun ke harga yang kamu tetapkan atau lebih rendah, order akan dieksekusi.

Mengapa harus pakai buy limit bukan market order? Alasan paling langsung adalah kamu bisa menentukan harga beli. Misalnya BNB saat ini 500 dolar, tapi kamu merasa lebih menguntungkan jual di 600 dolar, kamu bisa pasang order buy limit di atas. Tidak perlu terus-menerus mengawasi layar, proses otomatis, bahkan saat tidur transaksi tetap bisa berjalan. Selain itu, sebagai maker bukan taker, biasanya kamu akan membayar biaya yang lebih rendah.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan: buy limit tidak 100% pasti akan terpenuhi. Jika harga pasar tidak pernah turun ke harga yang kamu tetapkan, ordermu akan tetap tertahan di sana, mungkin berbulan-bulan tidak ada respons. Kebanyakan exchange akan menyimpan limit order sekitar 90 hari, jadi kamu perlu rutin memeriksa order dan menyesuaikan strategi sesuai perubahan pasar.

Ada juga situasi nyata yang perlu dipertimbangkan. Misalnya BNB saat ini 500 dolar, kamu pasang buy limit di 600 dolar. Seminggu kemudian BNB naik ke 700 dolar, order di 600 dolar akan terpenuhi. Hasilnya, keuntunganmu terbatas pada harga yang kamu tetapkan seminggu lalu. Jadi, penting untuk secara rutin meninjau order yang kamu pasang.

Kalau kamu ingin pakai buy limit untuk membangun posisi secara bertahap, yaitu metode cost averaging (DCA), ini juga ide yang bagus. Kamu bisa membagi satu order besar menjadi beberapa buy limit kecil yang ditempatkan di berbagai harga, sehingga lebih fleksibel menghadapi fluktuasi pasar.

Ada juga jenis order lain yang patut dipahami. Stop loss adalah market order yang otomatis aktif saat pasar turun ke harga yang kamu tetapkan, digunakan untuk melindungi profit atau membatasi kerugian. Stop limit sedikit lebih kompleks, menggabungkan fitur stop loss dan limit order, setelah trigger akan otomatis berubah menjadi buy limit atau sell limit.

Secara umum, kapan harus pakai buy limit? Saat kamu ingin membeli di harga tertentu, tidak terburu-buru langsung eksekusi, ingin memaksimalkan profit atau meminimalkan risiko. Atau kamu ingin melakukan pembelian bertahap dengan strategi DCA untuk menurunkan biaya.

Di exchange utama juga cukup mudah. Login ke akun, pilih pasangan trading (misalnya BNB/BUSD), beralih ke mode limit order, tetapkan harga dan jumlah yang diinginkan, lalu konfirmasi. Sistem akan menaruh buy limit order di buku order, dan jika harga pasar mencapai posisi tersebut, otomatis akan terpenuhi.

Terakhir, perlu diingat bahwa limit order memang alat yang kuat, tapi syaratnya kamu harus memahami cara kerjanya. Tidak semua order yang mencapai harga limit akan 100% terpenuhi, tergantung likuiditas pasar. Kadang ordermu hanya sebagian yang terisi. Jadi, sebelum memilih jenis order, sebaiknya pikirkan strategi trading dan toleransi risiko-mu agar bisa memanfaatkan buy limit secara lebih efektif.
BTC0,14%
ETH-1,15%
BNB0,8%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan