Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengklaim "mengendalikan sepenuhnya" situasi Selat Hormuz

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Tentara Revolusi Islam Iran mengeluarkan pernyataan pada 1 April yang menyatakan bahwa angkatan laut mereka telah melakukan serangan terhadap beberapa target, dan situasi di Selat Hormuz berada di bawah “pengendalian penuh” mereka. Pernyataan tersebut membantah klaim dari pihak Amerika dan Israel mengenai penurunan intensitas serangan Iran. Pernyataan itu menyebutkan bahwa sejak fajar hari itu, Iran dalam rangka operasi militer baru menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone untuk melakukan beberapa serangan terhadap target terkait. Ini juga merupakan bagian dari gelombang ke-89 dari operasi “Real Commitment-4”. Tentara Revolusi menyatakan bahwa target serangan termasuk beberapa fasilitas radar Amerika di wilayah Teluk, sebuah kapal tanker milik Israel, dan beberapa fasilitas militer. Iran juga meluncurkan drone bunuh diri terhadap kelompok kapal induk “Lincoln” milik militer Amerika yang ditempatkan di bagian utara Samudra Hindia, dan menyatakan bahwa kelompok kapal induk tersebut telah mundur dari lokasi penempatannya sebelumnya. Pernyataan menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz telah “dikuasai dengan tegas” oleh angkatan laut Tentara Revolusi, dan selat tersebut tidak akan dibuka untuk pihak musuh karena “aksi teatrikal” dari Presiden Amerika Serikat. (Xinhua News Agency)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan