Saya menemukan sesuatu yang menarik saat melihat peringkat dunia: uang mana yang paling mahal di dunia? Banyak orang secara otomatis memikirkan dolar AS, tetapi kenyataannya jauh berbeda.



Dinar Kuwait secara luas mendominasi peringkat ini, diikuti oleh dinar Bahrain dan rial Oman. Sangat menarik melihat bagaimana ekonomi minyak kecil di Teluk memiliki mata uang terkuat secara global. Selanjutnya, ada poundsterling, franc Swiss, dan euro yang melengkapi daftar mata uang paling mahal di dunia.

Tapi inilah twist-nya: uang paling mahal di dunia tidak selalu berkorelasi dengan kekuatan paspor. Singapura, Korea Selatan, dan Jepang mendominasi peringkat paspor paling kuat dengan akses tanpa visa ke hampir semua negara. Jerman, Prancis, dan Italia mengikuti dengan dekat.

Yang membuat saya tertarik adalah bahwa beberapa negara dengan mata uang yang kurang kuat (seperti Singapura dengan dolar Singapura) memiliki paspor yang sangat kuat. Sebaliknya, beberapa negara kecil di Teluk dengan uang paling mahal di dunia tidak memiliki kebebasan mobilitas yang sama.

Kontras antara kekuatan ekonomi sebuah mata uang dan mobilitas internasional warga negara benar-benar menunjukkan bagaimana geopolitik berfungsi berbeda tergantung sudut pandang. Menarik melihat kedua peringkat ini berdampingan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan