Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja melihat ada yang bertanya tentang perbedaan antara harga trigger dan harga limit, ini memang bagian yang sering membingungkan bagi banyak trader pemula. Saya akan jelaskan secara singkat.
Sebenarnya kedua konsep ini sering muncul bersamaan dalam perdagangan futures atau derivatif, tetapi fungsinya sangat berbeda. Harga trigger adalah kondisi pemicu, yaitu saat Anda menetapkan tingkat harga tertentu, ketika harga pasar mencapai tingkat tersebut, pesanan Anda akan diaktifkan. Misalnya BTC saat ini di atas 70.000, Anda memperkirakan akan turun ke 65.000, maka Anda bisa mengatur harga trigger ke 65.000, begitu harga menyentuh titik ini, sistem akan mengaktifkan pesanan Anda.
Namun ini tidak berarti pesanan akan dieksekusi di 65.000. Harga eksekusi sebenarnya tergantung pada harga limit yang Anda tetapkan, yaitu harga target eksekusi Anda. Jika Anda ingin membeli di level 65.000, maka tetapkan juga harga limit ke 65.000. Dengan begitu, setelah trigger terpenuhi, pesanan akan dieksekusi sesuai harga yang Anda inginkan. Jika harga pasar turun di bawah 65.000, Anda mungkin akan mendapatkan harga yang lebih rendah, tetapi tidak akan melebihi harga limit ini.
Singkatnya: harga trigger bertanggung jawab untuk mengaktifkan pesanan, sedangkan harga limit menentukan harga eksekusi akhir. Pengaturan order limit kondisi ini sangat cocok untuk trader yang ingin memasang order hanya dalam kondisi pasar tertentu, misalnya menunggu support atau resistance tertentu muncul sebelum melakukan transaksi. Banyak orang awalnya mudah membalikkan kedua konsep ini, setelah memahami logikanya, semuanya jadi jelas.