Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini, sebuah tindakan di negara bagian New York memicu banyak diskusi. Pada pertengahan Maret, mereka mengusulkan sebuah RUU yang melarang AI menjawab pertanyaan di bidang kedokteran, hukum, kedokteran gigi, keperawatan, psikologi, dan teknik. Secara kasat mata tampaknya untuk melindungi masyarakat, tetapi jika dipikirkan lebih dalam, logika di baliknya cukup menarik.
Lihatlah, profesi seperti pengacara, dokter, insinyur, biaya mereka tidak murah. Sekarang AI mampu menjawab pertanyaan di bidang-bidang ini, memang mengancam bisnis mereka. Ada yang menganalisis bahwa RUU ini sebenarnya adalah upaya industri dengan biaya tinggi tersebut untuk melindungi monopoli pengetahuan mereka, mencegah pengguna mendapatkan pengetahuan dasar dari AI di bidang-bidang ini.
Ini cukup ironis. Di New York, pengawasan dilakukan dengan sangat ketat, secara formal untuk melindungi keselamatan konsumen, tetapi sebenarnya lebih seperti membantu para profesional ini menjaga kekayaan mereka. Bayangkan jika AI benar-benar bisa membantu orang biasa memahami dasar-dasar hukum atau kedokteran, apakah ini hal yang baik atau buruk bagi konsumen?
Rasa-rasanya, pendekatan proteksionis semacam ini semakin banyak muncul di berbagai tempat, dengan berbagai alasan, tetapi logika di baliknya sering mengarah ke satu arah: melindungi pihak yang sudah mendapatkan manfaat. Topik ini akan terus berkembang dan layak untuk terus dipantau, termasuk perkembangan di New York dan daerah lain.