Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perkembangan menarik dalam cerita komputer kuantum dan blockchain. Minggu ini seluruh dunia kripto membahas artikel Google tentang bagaimana mesin kuantum berpotensi membobol kriptografi Bitcoin. Tapi secara paralel, Postquant Labs melakukan hal yang berbeda — mereka tidak takut dengan komputasi kuantum, melainkan berusaha memanfaatkannya.
Perusahaan baru saja meluncurkan testnet publik pertama di dunia, di mana komputer kuantum, GPU, dan prosesor biasa bekerja bersama dalam satu jaringan. Ide sederhana namun berani: mungkin, komputasi kuantum bukanlah ancaman bagi blockchain, melainkan alat untuk meningkatkannya.
Testnet ini sudah menarik 13.000 pendaftaran dari peneliti dari MIT, Stanford, dan universitas top lainnya. Dari jumlah tersebut, enam tim sudah menjalankan tugas komputasi yang serius. Mereka bekerja dengan sistem Advantage2 dari D-Wave melalui layanan cloud Leap — ini adalah perangkat keras khusus untuk tugas optimisasi, bukan komputer kuantum universal dari film fiksi ilmiah.
Yang menarik: dalam pengujian internal, sistem D-Wave diklaim mengungguli 80 GPU H100 dan 480 inti CPU dalam hal kualitas solusi, kecepatan, dan efisiensi energi. Terdengar mengesankan, tetapi data ini belum diverifikasi oleh sumber independen — ini masih sebatas pernyataan perusahaan.
Tujuan Postquant Labs ambisius: jika komputer kuantum benar-benar mampu menyelesaikan tugas optimisasi lebih cepat, dengan konsumsi energi lebih rendah, dan kualitas yang lebih baik, maka distributed ledger bisa menjadi berguna tidak hanya untuk perdagangan kripto, tetapi juga untuk aplikasi bisnis nyata — logistik, manufaktur, perencanaan rute.
Peserta testnet dapat menghasilkan token QUIP dengan menyelesaikan tugas kompleks melalui prosesor kuantum atau klasik. QUIP dirancang sebagai token utilitarian untuk pertukaran sumber daya komputasi.
Tapi apakah ini benar-benar akan berhasil? Sampai saat ini, ini adalah pertanyaan besar. Testnet adalah lingkungan eksperimen, bukan produk jadi. Peluncuran mainnet tergantung pada apakah para peneliti dapat membuktikan keunggulan kuantum yang nyata dan mengonfirmasi permintaan di pasar. Komputasi pasca-kuantum dalam blockchain masih sebatas hipotesis, tapi Postquant Labs jelas siap mengujinya.