Ripple sedang melakukan evolusi besar dalam infrastruktur pembayaran. Bukan hanya alat pengiriman uang biasa, tetapi berusaha bertransformasi menjadi platform komprehensif yang mendukung baik mata uang fiat maupun stablecoin.



Belakangan ini, akuisisi Palisade dan Rail tampaknya memberikan dampak positif. Dengan mengintegrasikan teknologi ini, sistem menjadi mampu menyelesaikan layanan kustodi, otomatisasi keuangan, akun virtual, pertukaran, dan pembayaran dalam satu sistem. Perusahaan tidak perlu lagi menggunakan beberapa vendor, melainkan dapat mengelola dana dalam mata uang fiat dan stablecoin melalui satu penyedia.

Bagi perusahaan fintech yang menangani pembayaran lintas batas, sebelumnya mereka harus menggabungkan minimal empat penyedia: untuk kustodi, valuta asing, likuiditas stablecoin, dan pembayaran lokal. Sekarang, semuanya terintegrasi dalam satu platform. Tingkat efisiensinya sangat berbeda.

Presiden Ripple, Monica Long, mengatakan bahwa mereka membangun "solusi berbasis blockchain yang dapat dioperasikan secara global untuk keuangan yang diatur." Artinya, mereka menciptakan infrastruktur yang mampu menangani aset digital dengan ketat seperti keuangan konvensional.

Yang menarik adalah pencapaian milestone bahwa platform ini telah melampaui total transaksi sebesar 100 miliar dolar. Ini didukung oleh percepatan adopsi stablecoin. Tahun lalu, volume transaksi global mencapai 33 triliun dolar, dan stablecoin kini menyumbang sekitar 30% dari volume transaksi on-chain. Artinya, posisi stablecoin sebagai alternatif mata uang fiat sudah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan lagi.

Namun, pergerakan harga XRP adalah masalah yang berbeda. Dalam satu minggu terakhir, harganya turun 1,81%, dipengaruhi oleh penjualan luas di pasar akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Tapi yang menarik, bisnis pembayaran ini hampir tidak berkorelasi dengan harga token. Tren adopsi oleh investor institusional terus berkembang secara stabil, terlepas dari pergerakan pasar spot.

Sementara itu, Bitcoin sempat menembus di atas 76.000 dolar, tetapi kemudian turun kembali ke 74.000 dolar. Pasar berada dalam kisaran selama dua bulan terakhir. Tingkat pendanaan futures Bitcoin di salah satu bursa besar tetap negatif selama 46 hari, menunjukkan posisi yang cenderung bearish. Namun, kondisi risiko jangka panjang ini biasanya menandai konsentrasi posisi short dan secara historis menjadi indikator awal untuk lonjakan harga mendadak atau titik masuk yang baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan