Saya baru saja menyadari sebuah paralel menarik yang dibuat Michael Saylor tentang Bitcoin dan Apple. Pemikirannya berputar di sekitar fakta bahwa Bitcoin mengalami fase yang sama seperti iPhone milik Apple—yaitu fase 'Lembah Keputusasaan' di mana inovasi awalnya dipandang skeptis sebelum membuktikan integritas strukturalnya.



Apa yang dimaksud Saylor adalah: iPhone awalnya dikritik oleh banyak orang sebagai sesuatu yang tidak perlu. Terlalu mahal, tidak penting, sebuah gadget tanpa manfaat nyata. Tetapi tepat di fase keraguan ini, Apple bekerja keras pada kualitas dan integritas struktural produk tersebut, hingga akhirnya menjadi teknologi standar. Bitcoin mengalami hal yang serupa—skeptisisme masih ada, tetapi fondasi jaringan semakin kuat.

Yang menarik adalah bahwa kedua teknologi ini membuktikan integritas struktural mereka bukan melalui hype, tetapi melalui pengembangan dan adopsi yang konsisten. Sementara proyek lain cepat mendapatkan perhatian dan kemudian menghilang, iPhone dan Bitcoin mengukuhkan posisi mereka karena mereka berfungsi.

Saylor melihat Bitcoin sebagai sesuatu yang sangat transformatif seperti iPhone saat itu—bukan karena harganya, tetapi karena arsitektur dasarnya kokoh. Integritas struktural dari jaringan Bitcoin diperkuat dengan setiap transaksi, dengan setiap blok.

Ini adalah perbandingan yang menarik yang menunjukkan mengapa pemikir jangka panjang tetap optimis di ruang ini, meskipun pasar sedang bearish. Fundamentalnya berbicara dalam bahasa mereka sendiri.
BTC-0,77%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan