Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi baru-baru ini para big player dari Wall Street ngomong hal yang menarik tentang kondisi pasar tahun ini. Mereka bilang fase mudah dari rally yang didorong AI kayaknya udah berlalu, dan sekarang kita bakal masuk ke fase yang lebih selektif.
Rick Rieder dari BlackRock, Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS, sama Daniel Loeb dari Third Point—mereka semua sepakat kalau modal mulai bergeser dari mega-cap tech stocks menuju sektor lain kayak industri, elektrifikasi, dan healthcare. Artinya, investor udah mulai bosan dengan main theme yang sama terus-terusan. Mereka sekarang lebih fokus cari di mana pertumbuhan sama disruption bakal muncul.
Nah, ini penting buat kita di crypto. Bitcoin (BTC) sekarang trading di $74.30K, tapi posisinya bakal berubah dalam landscape yang lebih terfragmentasi ini. Dulu Bitcoin sering jadi proksi dari tech trades—high beta, high risk. Tapi kalau investor mulai diversifikasi keluar dari saham, Bitcoin bisa jadi menarik dari perspektif berbeda.
Yang menarik adalah Bitcoin sebelumnya nggak konsisten banget sebagai hedge terhadap dollar weakness. Beberapa bulan lalu emas yang jadi favorit saat investor keluar dari dollar. Tapi seiring Bitcoin terus berkembang, bisa aja situasi berubah. Bitcoin punya value proposition yang lebih simple dibanding taruhan kompleks yang driven oleh AI dan software—itu bisa jadi keunggulan.
Menurut Rieder, produktivitas dari AI bisa bantu ekonomi tumbuh sambil pasar tenaga kerja yang lemah keep inflasi terkendali. Kombinasi growth yang lebih kuat plus suku bunga lebih rendah biasanya bullish untuk aset berisiko kayak crypto. Tapi kalau inflasi tetap terkontrol dan ekonomi real improvement, investor mungkin kurang urgent cari alternative store of value.
Dalam skenario itu, case untuk Bitcoin lebih bergantung ke portfolio diversification dan institutional adoption daripada macro fear. Hoffmann-Burchardi dari UBS juga highlight bahwa AI trades sedang undergo perubahan signifikan. Setelah tiga tahun di mana market reward companies yang support AI development, sekarang investor masuk fase di mana winners dan losers bakal separated lebih tajam.
UBS udah downgrade overweight di tech sector dan pindah ke industrial, electrification, healthcare. Rotasi ini juga affect crypto. Token yang tied ke broad AI narrative mungkin face more scrutiny. Bitcoin dalam posisi lebih baik dibanding smaller crypto assets karena investment case-nya lebih straightforward—nggak perlu prove software revenue models atau menang AI race.
Loeb dari Third Point bilang market udah reward investors yang do deeper stock picking dan more short selling. Dia describe shift dari mega-cap trading menuju smaller, specialized companies, termasuk di Europe, Japan, Korea yang supply key components untuk AI infrastructure.
Secara overall, ketiga investor ini gambarkan year di mana growth stay strong, AI tetap dominant force, tapi market jadi lebih challenging untuk navigate. Buat Bitcoin, ini probably berarti less push dari simple momentum trading dan need lebih besar untuk stand alone sebagai hedge, diversification, atau liquid alternative dalam fragmented market.
Sementara itu, XRP sedang rally dengan strong trading volume dan whale accumulation, tapi masih dalam broader downtrend dan belum confirm sustained bullish reversal. Integrasi XRP oleh Rakuten ke payment app mereka yang digunakan 44 juta users bisa jadi significant, tapi market masih wait and see attitude.