Pasar obligasi AS yang sebenarnya harus diperhatikan, bukan lagi hasil imbal hasil jangka 10 tahun

Mengapa Indeks AI · MOVE Menjadi Fokus Baru di Pasar Obligasi AS?

Belakangan ini, garis utama pasar menjadi sangat terkonsentrasi.

Situasi di Timur Tengah meningkat, harga minyak mentah melonjak cepat, ekspektasi inflasi kembali menguat, dan penilaian terhadap jalur kebijakan Federal Reserve sepanjang tahun ini juga semakin ketat. Harga minyak Brent bulan Maret meningkat secara mengesankan, ekspektasi pemotongan suku bunga investor secara jelas mundur, dan tekanan penyesuaian ulang harga pada obligasi jangka pendek terus meningkat.

Meskipun para ekonom memperkirakan ada dua kali pemotongan suku bunga pada 2026, reaksi pasar sangat berbeda-beda. Dalam survei ekonom Bloomberg pada 13 Maret, disebutkan bahwa ekonom yang diwawancarai memperkirakan akan ada dua kali pemotongan, masing-masing sebesar 25 basis poin. Tetapi harga di pasar berjangka lebih ketat dari perkiraan para ekonom: pasar tidak sepenuhnya mengabaikan kemungkinan pemotongan suku bunga di 2026, tetapi saat ini hanya memperhitungkan sedikit lebih dari satu kali pemotongan.

Ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian harga minyak, inflasi, dan kebijakan saat ini yang cukup tinggi, investor tetap sangat berhati-hati terhadap kemungkinan Federal Reserve beralih ke kebijakan longgar.

Sumber: Bloomberg

Banyak orang masih memperhatikan arah imbal hasil obligasi AS 10 tahun. Meskipun ini adalah salah satu acuan suku bunga tanpa risiko terpenting di dunia yang dapat mempengaruhi valuasi saham, harga aset dolar AS, dan biaya pembiayaan global, jika hanya melihat indikator ini, sudah sangat sulit menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di pasar obligasi saat ini.

Karena imbal hasil 10 tahun lebih mencerminkan hasil harga akhir, bukan proses pembentukannya. Jadi, sangat sulit menentukan apakah ini adalah penyesuaian harga normal, atau pasar semakin kehilangan kepercayaan terhadap masa depan, dan kemampuan transaksi serta penyerapan semakin melemah.

Yang lebih penting saat ini adalah dua sinyal yang lebih awal menunjukkan tekanan: satu adalah indeks MOVE, dan yang lainnya adalah hasil lelang obligasi AS terakhir.

Pertama, mari bahas indeks MOVE. Indeks ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap fluktuasi suku bunga di masa depan.

Indeks ini secara esensial adalah sebuah indikator volatilitas yang dihitung dari harga opsi obligasi pemerintah AS, menggunakan rumus penetapan harga opsi untuk mengestimasi volatilitas tersirat, kemudian menggabungkan volatilitas dari tenor utama 2, 5, 10, dan 30 tahun secara berbobot. Ini mengukur ekspektasi pasar terhadap seberapa besar fluktuasi suku bunga di masa depan.

Saat ini, indeks MOVE selama hampir 3 bulan terakhir sudah mendekati level tinggi. Ini menunjukkan bahwa masalah internasional yang sedang berlangsung telah memperburuk perbedaan penilaian pasar dan ketidakstabilan ekspektasi. Dengan kata lain, pasar belum memiliki penilaian yang stabil tentang jalur kebijakan di masa depan, keberlanjutan inflasi, dan bagaimana risiko geopolitik akan menyebar.

Gambar: Pergerakan indeks MOVE selama 3 bulan terakhir Sumber: Bloomberg

Bagi pasar obligasi, kondisi ketidakpastian ini sendiri akan meningkatkan biaya penetapan harga.

Karena ketika pasar tidak memiliki konsensus tentang jalur suku bunga di masa depan, penilaian harga yang wajar dari pembeli dan penjual akan cepat menyebar, dan dealer akan meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi, sehingga transaksi menjadi lebih mahal.

Mengapa indeks MOVE penting? Karena indeks ini lebih mendekati kondisi pasar sebenarnya dibandingkan imbal hasil 10 tahun.

Posisi imbal hasil memberi tahu kita di mana harga berada, sedangkan indeks MOVE lebih seperti memberi tahu kita apakah pasar masih memiliki kepercayaan terhadap masa depan. Imbal hasil yang naik kadang hanya merupakan penilaian ulang normal terhadap pertumbuhan, inflasi, atau tekanan pasokan; tetapi jika volatilitas tersirat suku bunga juga meningkat secara bersamaan, situasinya jauh lebih kompleks. Ini menandakan bahwa perbedaan pandangan di pasar semakin melebar, dan para trader, manajer aset, serta investor makro sedang memperdebatkan jalur masa depan, sehingga kesulitan penetapan harga obligasi pun meningkat

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan