Belakangan ini saya sedang mengumpulkan beberapa materi yang dapat membantu meningkatkan keterampilan negosiasi, dan menemukan bahwa beberapa buku benar-benar layak dibaca. Jika kamu juga merasa bingung dengan berbagai situasi negosiasi dalam pekerjaan atau kehidupan, daftar ini mungkin bisa membantumu.



Pertama-tama ingin mengatakan tentang buku karya Christopher Voss berjudul 《Never Split the Difference》. Orang ini adalah negosiator FBI, yang pernah menangani penyelamatan sandera dalam situasi hidup dan mati, jadi pemahamannya tentang negosiasi memang berbeda. Dalam buku ini ditekankan empati dan mendengarkan aktif, dua keterampilan ini terdengar sederhana tapi benar-benar bisa mengubah situasi. Buku ini sangat laris, terjual lebih dari 5 juta kopi, jika kamu suka buku self-help yang penuh risiko dan cerita, buku ini pasti layak dibaca.

Selain itu ada 《Getting to Yes》 yang ditulis bersama beberapa orang oleh Roger Fisher dan lainnya. Logika buku ini sangat langsung — jangan terjebak pada posisi masing-masing, melainkan fokus pada kepentingan sebenarnya. Dengan sudut pandang ini, cari solusi kreatif, dan akhirnya sering kali bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Bloomberg Businessweek memberi penilaian tinggi terhadap buku ini, menganggap metodologinya sangat praktis.

Jika kamu perempuan, 《Ask For It》 karya Linda Babcock dan Sara Laschever mungkin sangat membantu. Inti dari buku ini adalah banyak perempuan sebenarnya bukan tidak bisa bernegosiasi, tetapi kurang memiliki rencana aksi yang jelas. Buku ini memberi banyak saran praktis, seperti bagaimana memaksimalkan chip negosiasi, mengelola reaksi lawan, dan menggunakan pola pikir kolaboratif agar kedua pihak mendapatkan apa yang paling diinginkan.

Ada juga buku yang cukup baru — 《Be Who You Are to Get What You Want》 karya Damali Peterman, yang pada 2024 awalnya berjudul 《Negotiating While Black》, lalu diubah judulnya dan diterbitkan ulang. Peterman adalah pengacara dan ahli negosiasi, yang berdasarkan pengalaman pribadinya membahas peran prasangka dalam negosiasi dan bagaimana mengatasinya. Sangat cocok untuk mereka yang merasa pandangannya selalu diabaikan.

G. Richard Shell menulis 《Bargaining for Advantage》 yang diperbarui tahun 2019, sangat fokus pada situasi negosiasi bisnis. Dia menekankan pentingnya menjadi diri sendiri, dan menyertakan banyak contoh nyata dari perusahaan dan tokoh terkenal. Versi terbaru juga menambahkan tes IQ negosiasi, yang bisa membantu memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

Alexandra Carter, profesor di Columbia Law School, menulis 《Ask for More》 yang pernah masuk daftar buku terlaris di 《Wall Street Journal》. Ide utamanya sangat sederhana — untuk mendapatkan jawaban yang diinginkan, kita harus bertanya dengan pertanyaan yang tepat. Dalam buku ini dia secara sistematis menyusun pertanyaan-pertanyaan penting tersebut, dan menunjukkan bagaimana menggunakannya dalam pekerjaan dan kehidupan. Menariknya, dia juga menunjukkan bahwa orang yang paling keras suara di ruangan belum tentu yang paling efektif.

Michael Wheeler mengajar negosiasi di Harvard Law School, dan bukunya 《The Art of Negotiation》 menyarankan untuk meninggalkan pola yang kaku dan melihat negosiasi sebagai proses eksplorasi. Buku ini diterbitkan tahun 2013, tapi sekarang justru terasa lebih relevan karena dunia menjadi semakin kompleks.

Buku 《Start with No》 karya Jim Camp cukup unik, dengan teori bahwa win-win sebenarnya tidak realistis, dan kamu harus membuat lawan merasa aman, lalu memanfaatkan kebutuhan mereka untuk mendorong negosiasi. Buku ini tersedia dalam format audio selama 8 jam, cocok untuk yang suka mendengarkan buku.

Stuart Diamond, profesor di Wharton School dan pemenang Pulitzer, menulis 《Getting More》 yang pernah masuk daftar buku terlaris di 《The New York Times》. Buku ini mempromosikan penggunaan kolaborasi, kecerdasan emosional, kognisi, dan keberagaman budaya sebagai pengganti permainan kekuasaan tradisional. Bahkan Google menggunakan model ini untuk melatih keterampilan negosiasi karyawannya.

Terakhir ada 《Transformative Negotiation》 karya Sarah Federman, yang cukup baru dan diterbitkan tahun 2023, serta memenangkan Porchlight Business Book Award. Federman mengajar penyelesaian konflik di University of San Diego, dan menggunakan studi kasus nyata dari mahasiswa untuk menunjukkan bagaimana identitas mempengaruhi reaksi orang terhadap kita.

Sejujurnya, sebagian besar buku terbaik tentang negosiasi sebenarnya adalah buku komunikasi. Mereka mencakup prinsip psikologi, pendekatan berorientasi solusi, seni mendengarkan, kolaborasi, dan pemberdayaan pribadi. Apapun bidangmu — medis, penegakan hukum, pendidikan, atau sekadar ingin mengelola konflik dalam kehidupan — kamu bisa menemukan hal berguna dari buku-buku ini. Yang penting adalah menemukan buku yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhanmu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan