Peringatan meningkat! Bank Sentral Inggris: Kecepatan penerapan AI mungkin tidak terkendali, berpotensi memicu guncangan sistemik di pasar kredit swasta

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Bank of England mengeluarkan peringatan tentang potensi ancaman kecerdasan buatan terhadap stabilitas keuangan, menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh lembaga keuangan dapat dengan cepat meluas dan berkembang menjadi risiko keuangan sistemik.

Risiko ini telah muncul di pasar kredit swasta. Bank of England mengaitkan sebagian besar arus penebusan dana yang baru-baru ini terjadi dengan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan AI. Sebelumnya, Bank of England telah berulang kali memperingatkan tentang risiko desabilisasi stabilitas yang mungkin ditimbulkan oleh AI, termasuk penilaian aset yang “sangat tinggi” yang dapat memicu tekanan keuangan yang lebih luas. Menurut laporan Bloomberg bulan lalu, pejabat Bank of England sedang mempertimbangkan memasukkan dampak gangguan pekerjaan yang dipicu AI ke dalam skenario pengujian tekanan bank berikutnya.

Dalam penilaian tersebut, pejabat menunjukkan bahwa sejauh ini, sebagian besar lembaga keuangan Inggris menganggap risiko potensial dari AI canggih melebihi manfaatnya, tetapi dengan kemajuan teknologi, penilaian ini kemungkinan akan berubah. “Keinginan perusahaan keuangan untuk memperluas penggunaan AI canggih semakin meningkat, dan risiko terkait dapat meningkat dengan cepat,” kata Bank of England.

Risiko sangat menonjol di bidang pembayaran dan pasar keuangan. AI mungkin tidak mampu mengenali penipuan secara memadai, atau membuat pasar lebih rentan terhadap fluktuasi yang tajam. Di bidang kredit swasta, kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan AI telah memicu arus penebusan dana ritel baru-baru ini. Bank of England memperingatkan bahwa, tekanan ini dapat menyebar lebih luas ke bidang kredit swasta dan ekuitas swasta, mempengaruhi refinancing dan bagian kredit lainnya.

Kebangkrutan MFS Mengungkap Celah Pengawasan

Bank of England dalam laporannya menyebutkan kejadian kebangkrutan lembaga pemberi pinjaman hipotek profesional MFS, yang menyebabkan beberapa bank besar mengalami kerugian eksposur hingga ratusan juta poundsterling. Bank of England menunjukkan bahwa peristiwa ini mengungkapkan berbagai risiko seperti “leverage tinggi, standar underwriting yang longgar, kurang transparan, penilaian yang terlalu optimis, dan struktur yang kompleks”.

MFS terutama menyediakan pinjaman jembatan dan hipotek untuk pembelian dan penyewaan properti, dan tidak secara langsung diawasi oleh Bank of England, tetapi bank-bank tradisional yang menyediakan dana bagi MFS berada dalam lingkup pengawasan. Peristiwa ini kembali menyoroti masalah batas pengawasan.

Survei risiko sistemik semi tahunan yang dirilis Bank of England pada hari yang sama menunjukkan bahwa pengumpulan data selesai 12 hari sebelum meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Meski demikian, risiko geopolitik dalam survei ini telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah, meskipun para responden tetap percaya diri terhadap stabilitas keseluruhan sistem keuangan Inggris.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan