Apakah kamu pernah merasa tenggelam dalam pekerjaan, tidak tahu harus mulai dari mana? Saya juga begitu sampai saya mempelajari tentang Getting Things Done - atau gtd adalah apa dan mengapa banyak orang merekomendasikannya.



Getting Things Done adalah sistem manajemen pekerjaan yang membantu kamu mengatur segala sesuatu secara terorganisir dan efisien. Alih-alih berusaha mengingat semua hal dalam kepala (hal ini hanya mengurangi fokus), gtd pada dasarnya adalah cara untuk 'membebaskan' memori dengan mencatat semuanya ke dalam sistem yang dapat dipercaya.

Keunggulan dari metode ini adalah beroperasi berdasarkan 5 tahap sederhana. Pertama, kamu mengumpulkan semuanya - dari pekerjaan perusahaan hingga ide pribadi, semuanya dicatat di satu tempat. Kemudian, klarifikasi mana yang benar-benar membutuhkan tindakan. Ada aturan 2 menit yang sangat berguna: jika sesuatu dapat diselesaikan dalam kurang dari 2 menit, langsung kerjakan saja.

Selanjutnya adalah mengatur pekerjaan ke dalam kelompok - pekerjaan yang harus dilakukan segera, yang menunggu, proyek, janji. Langkah eksekusi adalah memilih mana yang paling sesuai berdasarkan prioritas, waktu, dan energi yang kamu miliki saat ini. Terakhir, setiap minggu luangkan 30-45 menit untuk meninjau seluruh sistem, memperbarui kemajuan, dan menyesuaikan rencana.

Saya sudah mencoba menerapkan dan melihat hasilnya cukup jelas. Stres berkurang karena kamu tidak lagi khawatir lupa hal. Fokus menjadi lebih baik karena kamu tahu tepat apa yang harus dilakukan. Waktu lebih efisien karena tidak membuang-buang pikiran. Menurut banyak penelitian, orang yang menerapkan metode manajemen pekerjaan yang sistematis dapat meningkatkan produktivitas dari 20-40% dibandingkan cara tradisional.

Untuk pemula, kamu bisa menggunakan alat apa saja mulai dari buku catatan, Google Keep, Notion hingga Todoist atau TickTick. Yang penting adalah membangun 'Inbox' untuk mengumpulkan, lalu buat daftar seperti 'Next Actions' (hal-hal yang harus dilakukan selanjutnya), 'Projects', 'Waiting For' (hal-hal yang sedang menunggu), 'Someday/Maybe' (hal-hal yang bisa dilakukan nanti).

Saya punya rekan kerja di bidang pemasaran yang sudah menerapkan gtd adalah apa dan merasa hasilnya cukup efektif. Sebelumnya dia selalu merasa tertekan dengan banyak artikel, rapat, iklan. Setelah menerapkan, dia mengatur semuanya dengan jelas: menulis outline artikel SEO adalah pekerjaan yang harus dilakukan selanjutnya, kampanye SEO Q1 adalah proyek, klien yang menyetujui konten adalah yang sedang menunggu. Hasilnya stres berkurang, kontrol terhadap kemajuan lebih baik, dan produktivitas meningkat 35%.

Namun, ada juga beberapa catatan. Sistem ini membutuhkan waktu untuk terbiasa, dan jika tidak disiplin bisa mudah menyerah. Beberapa orang juga cenderung membuatnya terlalu rumit, atau mengumpulkan tidak lengkap, tidak meninjau secara mingguan sehingga efektivitasnya menurun.

Secara umum, di era multitasking dan tekanan tinggi seperti sekarang, Getting Things Done bukan hanya metode manajemen pekerjaan tetapi juga sebuah filosofi hidup. Cukup dengan menerapkan dengan benar dan konsisten selama sekitar 2-4 minggu, kamu akan merasakan perbedaan yang nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan