Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini kita melihat bahwa teh hijau dipromosikan secara luas karena antioksidannya dan manfaat yang diklaim untuk jantung dan metabolisme. Tetapi kenyataannya, tidak semua orang aman mengonsumsinya seperti yang terlihat. Ada kontraindikasi tertentu dari teh hijau yang sebaiknya dipahami sebelum menjadikannya minuman harianmu.
Teh ini berasal dari daun Camellia sinensis, yang berbeda dari yang lain karena dikukus atau direbus untuk mempertahankan sifatnya. Yang menarik adalah bahwa teh ini mengandung polifenol, terutama katekin, yang memiliki aksi antioksidan yang kuat. Juga mengandung vitamin K yang mendukung pembekuan darah. Banyak orang memilihnya karena mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi, sehingga membantu konsentrasi tanpa membuat gugup.
Sekarang, di sinilah pentingnya. Manual Kesehatan MDS melaporkan kasus kerusakan hati akibat konsumsi teh hijau, terutama saat diminum dengan perut kosong. Saat kamu mengonsumsi teh saat perut kosong, kadar katekin meningkat dan ini bisa membebani hati. Ini tidak umum, tetapi merupakan risiko nyata.
Poin penting lain tentang kontraindikasi teh hijau berkaitan dengan obat-obatan. Jika kamu mengonsumsi warfarin atau antikoagulan lain, berhati-hatilah. Vitamin K dari teh dapat mengurangi efek obat tersebut. Selain itu, EGCG (salah satu antioksidan utama) mengganggu penyerapan obat-obatan tersebut di tingkat usus. Ada juga efek rebound jika kamu berhenti minum teh secara mendadak: kadar litium bisa meningkat dan menyebabkan masalah.
Orang dengan anemia atau kekurangan nutrisi juga harus berpikir dua kali, karena teh hijau mengganggu penyerapan zat besi dan asam folat. Di sisi lain, meskipun mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi, jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan insomnia, kecemasan, palpitasi, atau gemetar, terutama jika kamu sensitif. Oleh karena itu, wanita hamil, yang menyusui, anak-anak dan remaja, serta mereka yang memiliki masalah jantung sebaiknya menghindarinya.
Jika kamu ingin minum teh hijau tanpa risiko besar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, jangan pernah saat perut kosong, terutama jika itu infus yang kuat atau ekstrak. Kedua, jangan berlebihan dalam dosis, meskipun mengandung polifenol yang baik, kelebihan tetap berbahaya. Ketiga, jika kamu sedang mengonsumsi obat seperti warfarin, konsultasikan dulu dengan dokter. Keempat, lebih aman minum teh hijau daripada mengonsumsi suplemen atau ekstrak konsentrat, karena yang terakhir mengandung katekin dalam tingkat yang sangat tinggi. Dan terakhir, jika setelah meminumnya kamu merasa tidak nyaman, hentikan dan konsultasikan ke profesional.
Kontraindikasi teh hijau tidak berarti kamu tidak boleh meminumnya, hanya saja kamu perlu sadar akan risiko sesuai situasi pribadimu. Kuncinya adalah mendapatkan informasi yang baik dan mengonsumsinya secara bertanggung jawab.