Baru-baru ini FBI bertindak cukup tegas terhadap market maker crypto. Mereka baru saja menuntut 10 individu dari empat entitas pembentuk pasar termasuk Gotbit, Vortex, Antier, dan Contrarian. Tuduhan utamanya adalah kolusi dalam meningkatkan volume perdagangan dan harga token, lalu menjualnya pada harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari investor ritel.



Cara FBI menemukannya juga cukup menarik. Mereka menciptakan token palsu sebagai umpan, kemudian mencatat bahwa market maker ini setuju menyediakan layanan pump and dump. Yang disebut sebagai "manipulation-as-a-service" — meningkatkan harga dan volume palsu sebelum menjual ke trader yang tidak waspada. Strategi ini telah digunakan FBI sejak tahun 2024, menangkap 18 orang, tetapi pada tahun 2026 ini mereka memperluas penyelidikan lebih jauh.

Faktanya, market maker ini sebenarnya memiliki peran legal — mereka menciptakan likuiditas untuk mengurangi slippage dan membuat pengalaman trading lebih lancar. Tetapi ketika disalahgunakan, mereka menjadi alat untuk memanipulasi harga crypto dan mengendalikan pasar. Ada pendapat bahwa lebih dari 75% token yang terdaftar telah turun mendekati nol seiring waktu, menunjukkan tingkat risiko dari perilaku manipulatif tersebut.

Individu yang dituntut termasuk CEO Contrarian Manu Singh dan karyawan Vasu Sharma (yang ditangkap di Singapura lalu diekstradisi), bersama CEO Vortex Gleb Gora. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara. Kasus ini juga mencerminkan kebutuhan untuk memperketat regulasi di bidang crypto. Bursa besar telah mulai memberlakukan aturan baru untuk market maker dan memperingatkan sanksi keras terhadap pelanggar, yang mungkin akan mengubah cara operasi pasar crypto dalam waktu dekat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan