Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#GateSquareAprilPostingChallenge Trump Pertimbangkan Lanjutkan Serangan Militer ke Iran, Minyak Naik Lagi ke 105$
Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan kelanjutan serangan militer terhadap Iran di samping blokade Selat Hormuz yang tengah berlangsung. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, ancaman eskalasi ini memicu kembali lonjakan harga minyak dunia hingga menembus 105$ per barel. Trump juga menekan sekutu untuk mengambil alih tanggung jawab pengawalan militer di jalur energi tersebut.
Trump secara spesifik mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air. "Saya benci melakukannya, tapi fasilitas mereka sangat mudah dihantam," tegas Trump. Meski melontarkan ancaman serangan fisik, Gedung Putih menyebut Presiden tetap membuka peluang solusi diplomatik jika Iran bersedia tunduk pada tuntutan Washington.
Namun, harapan damai menipis setelah perundingan "Islamabad MoU" akhir pekan ini menemui jalan buntu. Menlu Iran, Abbas Araghchi, menuduh AS terus mengubah poin kesepakatan secara sepihak di saat perundingan hampir rampung. Kegagalan diplomasi dan ancaman serangan militer ini membuat pasar energi global kini berada dalam kondisi ketidakpastian tinggi