Belakangan ini banyak orang bertanya kepada saya bagaimana cara menangkap titik balik pasar dengan lebih akurat, sebenarnya banyak trader top menggunakan sebuah metode analisis teknikal yang disebut pola harmoni, dengan tingkat keberhasilan rata-rata mencapai 78,7%, hal ini memang layak untuk dipelajari secara mendalam.



Pola harmoni secara sederhana adalah melalui rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi area potensi pembalikan pasar, terdengar rumit, tetapi setelah memahami logika intinya, tidak sulit. Hari ini saya akan merangkum apa yang telah saya pelajari selama bertahun-tahun, dan memberikan panduan lengkap tentang angka-angka tersebut.

Yang paling dasar adalah pola ABCD, ini adalah level pemula dari pola harmoni. Pola ini terdiri dari tiga gelombang dan empat titik, secara sederhana yaitu gelombang dorong AB, kemudian gelombang koreksi BC, dan akhirnya gelombang dorong DC. Dengan menggunakan alat retracement Fibonacci, bagian BC harus tepat berada di posisi 0,618. Panjang garis CD sama dengan garis AB, dan periode waktunya juga harus sesuai. Banyak trader suka memasang order mendekati titik C, atau menunggu pola terbentuk sempurna lalu membuka posisi dari titik D.

Level berikutnya adalah pola kelelawar, yang dikembangkan oleh Scott Carney pada tahun 2001. Pola ini menambahkan satu gelombang dan satu titik X. Jika retracement di titik B berada di 50% dari gelombang XA, maka itu sudah termasuk pola kelelawar. Perlu diperhatikan bahwa ekstensi garis CD harus minimal 1,618 kali dari BC, bahkan bisa mencapai 2,618. Titik D akan membentuk area potensi pembalikan, yang menjadi sinyal masuknya trader.

Pola kupu-kupu ditemukan oleh Bryce Gilmore dan termasuk kategori pola pembalikan. Yang paling penting adalah retracement 0,786 dari segmen XA, ini membantu menentukan titik B secara akurat, dan selanjutnya menemukan area potensi pembalikan.

Pola kepiting juga berasal dari Scott Carney, ciri khasnya adalah memungkinkan trader masuk di posisi ekstrem tinggi atau rendah. Fitur utama adalah ekstensi dari gelombang XA sebesar 1,618. Pada pola bullish kepiting, bagian AB retrace antara 38,2% hingga 61,8% dari XA, kemudian bagian BC akan menunjukkan proyeksi ekstrem (2,618-3,14-3,618), yang membantu memastikan pola selesai dan area pembalikan potensial.

Pola kepiting laut dalam adalah variasi dari pola kepiting, satu-satunya perbedaan adalah titik B harus retrace 0,886 dari XA, dan tidak boleh melewati titik X. Proyeksi bagian BC bisa berada di kisaran 2,24 hingga 3,618.

Pola Gartley memiliki dua aturan keras: titik B harus retrace 0,618 dari XA, dan titik D harus retrace 0,786 dari XA. Pola ini mirip dengan pola kelelawar, hanya posisi titik B berbeda. Biasanya stop loss ditempatkan di titik X, dan target profit di titik C.

Pola hiu ditemukan oleh Scott Carney, merupakan pola pembalikan lima gelombang. Ada tiga aturan Fibonacci yang harus dipenuhi: retracement bagian AB antara 1,13 hingga 1,618 dari XA, bagian BC adalah 113% dari segmen OX, dan target bagian CD adalah retracement Fibonacci dari BC sebesar 50%. Trader biasanya berfokus pada titik C, dan titik D digunakan sebagai target profit.

Ada juga pola tiga driver yang cukup jarang, yang membutuhkan harga dan waktu yang benar-benar simetris. Pola ini terdiri dari tiga driver dan dua retracement, total lima titik. Driver kedua dan ketiga harus merupakan ekstensi 127,2% atau 161,8% dari retracement A dan C. Retracement biasanya berada di 61,8% atau 78,6% dari gelombang sebelumnya, dalam pasar yang kuat bisa hanya 38,2% atau 50%. Jarak waktunya harus sedemikian rupa agar simetris. Pola ini sangat jarang muncul, jangan dipaksakan, jika tidak cukup simetris sebaiknya diabaikan.

Cara mengenali pola harmoni tergantung pada arah pasar. Pola bullish menunjukkan bahwa trader harus membuka posisi long, sedangkan pola bearish sebaiknya diambil posisi short. Aturan Fibonacci yang sama berlaku untuk kedua kondisi, hanya arahnya berbeda.

Jika Anda ingin mulai menggunakan pola harmoni dalam trading, luangkan waktu untuk memahami teori di baliknya, tentukan apakah akan memakai strategi bullish atau bearish, lalu mulai cari pola ini di pasar nyata. Ingat, inti dari metode ini adalah menggunakan rasio Fibonacci untuk memprediksi titik balik pasar, begitu dikuasai, metode ini benar-benar dapat meningkatkan akurasi trading secara signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan