Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apa itu ATH? Istilah ini pasti sering terdengar saat melakukan trading, bukan? Secara resmi disebut "All Time High" dan dalam bahasa Jepang dibaca "オールタイムハイ" (All Time High). Dalam dunia aset kripto, ini adalah konsep yang sangat penting.
Mari kita mulai dengan memahami cara membaca ATH. Ini bukan sekadar istilah, melainkan merujuk pada level harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu aset dari masa lalu hingga saat ini. Misalnya, jika Bitcoin saat ini mencapai $126.080, maka itu adalah ATH. Momen ini juga menjadi waktu yang penuh semangat dan harapan bagi para investor.
Namun kenyataannya, jika langsung ikut terburu-buru saat ATH tercapai, bisa berbahaya. Membeli di harga terendah dan menjual di harga tertinggi tentu akan menghasilkan keuntungan besar, tetapi membeli saat ATH dan menjualnya justru bisa menyebabkan kerugian besar saat terjadi koreksi berikutnya. Inilah jebakan yang sering dialami oleh pemula.
Ketika ATH muncul, psikologi pasar berada dalam kondisi yang unik. Biasanya, tekanan jual dari kelebihan pasokan atau dari pihak yang bearish tidak terlalu dominan, malah tekanan kenaikan dari pihak yang bullish lebih kuat. Banyak trader yang secara intuitif langsung ikut terburu-buru, tetapi ini sering mengarah pada pengambilan keputusan yang tidak rasional.
Oleh karena itu, bagaimana merespons saat pasar mendekati ATH menjadi sangat penting. Yang saya lakukan adalah menerapkan analisis teknikal secara ketat. Saya periksa level Fibonacci seperti 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% di chart untuk memahami support dan resistance. Moving Average (MA) juga penting; jika harga berada di bawah garis MA, ini menunjukkan potensi tren menurun.
Semakin mendekati ATH, tampaknya level resistance menghilang, tetapi sebenarnya masih ada faktor penghambat yang jelas. Setelah harga naik ke ATH, pasar biasanya menyerap sebagian besar pasokan, tetapi proses koreksi bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan.
Untuk memahami proses ini, analisis tiga tahap penembusan harga sangat membantu. Tahap pertama, "Aksi", di mana harga menembus level resistance dan volume transaksi di atas rata-rata meningkat. Tahap kedua, "Respon", di mana kekuatan kenaikan melemah dan tekanan beli berkurang, menyebabkan harga terkoreksi. Tahap terakhir, "Penyelesaian", di mana terjadi perubahan besar dalam kekuatan beli/jual dan konfirmasi tren breakout.
Mengenali pola candlestick dasar di dekat titik ATH, seperti pola dasar bulat atau dasar persegi, juga penting. Ini meningkatkan kepercayaan terhadap breakout. Selain itu, menggunakan Fibonacci dari titik terendah hingga titik breakout untuk mengidentifikasi level-level penting seperti 1.270, 1.618, 2.000, dan 2.618 akan membantu memaksimalkan keuntungan.
Tentukan juga titik ambil keuntungan sebelumnya. Tetapkan target keuntungan minimal, baik dalam persentase maupun nilai absolut. Jika menambah posisi, pastikan rasio risiko-imbalan menguntungkan dan harga berada di support garis MA.
Saat berada di fase ATH, respons investor berbeda-beda. Investor jangka panjang yang percaya nilai aset bisa tetap mempertahankan seluruh posisi. Tetapi, penting untuk menganalisis secara hati-hati apakah ATH saat ini bersifat sementara atau merupakan titik balik yang nyata.
Sebagian besar investor memilih menjual sebagian. Mereka menggunakan Fibonacci ekstensi untuk mengukur level resistansi psikologis dan menentukan kapan harus menjual. Menentukan dasar dari ATH sebelumnya dan dasar dari ATH terbaru juga merupakan poin penting.
Jika memilih menjual seluruh posisi, analisis Fibonacci juga sangat membantu. Jika ekstensi Fibonacci cocok dengan harga ATH, ini bisa menunjukkan bahwa tren kenaikan sudah berakhir, sehingga menjual seluruh posisi untuk memaksimalkan keuntungan adalah keputusan yang rasional.
Dengan memahami cara membaca ATH dan mengikuti aturan-aturan ini, bahkan pemula pun dapat membuat keputusan yang tepat saat menghadapi momen penting di pasar. Jika Anda memiliki pengalaman atau pendapat tentang cara menghadapi ATH dalam aset kripto, silakan bagikan di kolom komentar.