Amerika dan Iran melakukan negosiasi maraton di Pakistan yang berlangsung selama 21 jam, dari Sabtu hingga dini hari Minggu, melalui lima putaran tarik-ulur dan pertukaran pendapat tertulis, namun akhirnya berakhir dengan kegagalan. Pihak Amerika hanya menggelar konferensi singkat yang dipimpin Wakil Presiden Vance, dan meninggalkan ruangan dalam waktu 4 menit, menuduh Iran menolak secara tegas melepaskan program nuklirnya, menyebut perbedaan terlalu besar, dan meninggalkan sebuah “rencana akhir” yang menunggu tanggapan dari Iran. Iran membantah dengan menyatakan bahwa pihak Amerika mengajukan “permintaan yang berlebihan dan tidak realistis”, mengakui ada dua atau tiga isu inti yang macet, tetapi menegaskan bahwa “mengharapkan hasil dari satu putaran negosiasi saja, terlalu berharap”.



Yang lebih patut diperhatikan adalah, Iran mengeluarkan ancaman keras: mereka tidak terburu-buru untuk negosiasi lagi, kecuali Amerika setuju dengan kesepakatan yang masuk akal, maka Selat Hormuz tidak akan tenang. Ketegangan ini, yang merupakan jalur utama pengangkutan minyak dunia, masih berlanjut. Sementara itu, perang media kedua belah pihak semakin meningkat: media Iran secara langsung menuduh media Barat sengaja melebih-lebihkan “suasana positif”, bahwa detail seperti “konflik sengit” dan “jabat tangan” hanyalah rekayasa, bertujuan mengendalikan harga minyak internasional.

Adapun untuk putaran negosiasi berikutnya, waktu dan tempatnya belum ditentukan. Pakistan tetap berperan sebagai mediator, tetapi Iran jelas tidak setuju. Singkatnya: negosiasi ini sia-sia, para pengangkut minyak harus berhati-hati. #Gate广场四月发帖挑战
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan