Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Minggu lalu, pasar cryptocurrency mengalami kejadian yang cukup menarik, dan tampaknya layak untuk dirangkum. Perubahan situasi politik Iran menjadi contoh yang langsung mempengaruhi harga koin.
Pada pagi hari Minggu, setelah media resmi Iran melaporkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Bitcoin melonjak sekitar 68.000 dolar. Ini hampir sepenuhnya menutupi kerugian yang terjadi akibat ketegangan geopolitik pada hari Sabtu. Yang menarik adalah latar belakang dari pergerakan ini. Para pelaku pasar tampaknya menafsirkan kekosongan kepemimpinan sebagai peluang untuk meningkatkan kemungkinan gencatan senjata, bukan memperburuk ketegangan yang sudah ada. Akibatnya, dana cepat mengalir ke aset berisiko, dan harga koin pun ikut naik.
Faktanya, fluktuasi antara 64.000 dan 68.000 dolar terjadi karena berita tertentu, dalam hari Minggu yang kurang likuid. Dalam beberapa jam, terjadi perubahan kapitalisasi pasar sekitar 80 miliar dolar. Ini menunjukkan betapa ekstremnya peristiwa tersebut.
Menurut konstitusi Iran, komite sementara yang terdiri dari Presiden, Kepala Peradilan, dan Hakim Dewan Pengawal akan menjalankan pemerintahan sampai parlemen mengangkat pengganti, tanpa jadwal yang pasti. Ketidakpastian ini sendiri memengaruhi psikologi pasar. Sementara itu, Presiden AS menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim, dan operasi militer antara Teheran dan Israel masih berlangsung. Dampak masa berkabung terhadap situasi ini masih belum jelas.
Interpretasi lain dari pasar terkait adalah mengenai jalur pasokan energi. Iran merupakan pusat dari sekitar sepertiga ekspor minyak dunia. Jika ketidakstabilan rezim memburuk atau pasokan terganggu, harga minyak bisa melonjak tajam, yang dapat menekan ekspektasi inflasi global dan berdampak negatif pada aset berisiko seperti koin. Sebaliknya, jika trader percaya bahwa mekanisme suksesi akan menstabilkan pengambilan keputusan, aset berisiko bisa tetap didukung.
Menariknya, pada waktu yang sama, Bhutan melakukan langkah. Mereka diam-diam menjual sekitar 70% dari sekitar 13.000 Bitcoin yang dimiliki pada Oktober 2024, sehingga jumlah kepemilikan turun menjadi 3.954 BTC. Nilai transaksi sekitar 280 juta dolar. Bhutan tampaknya menunda atau menghentikan penambangan Bitcoin berbasis hidroelektrik, dan dilaporkan tidak ada aliran dana masuk utama selama lebih dari satu tahun. Ini bisa diartikan sebagai sinyal perubahan posisi dari investor institusional, terlepas dari pergerakan harga koin.
Akhirnya, hubungan antara berita geopolitik dan harga koin sangat kompleks. Secara jangka pendek, pasar bereaksi terhadap sinyal meredakan ketegangan, tetapi secara jangka panjang, berbagai variabel seperti pasokan energi, inflasi, dan kondisi keuangan global turut berperan. Kita harus mengamati bagaimana pergerakan harga minyak dan pasar saham ke depannya.