Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini saya memperhatikan analisis penting tentang ETH, dan lembaga short-selling Culper Research merilis sebuah laporan yang cukup berdampak. Mereka berpendapat bahwa setelah pembaruan jaringan Ethereum di akhir tahun lalu, ekonomi token mengalami masalah serius.
Logika inti sebenarnya tidak rumit. Setelah pembaruan, jaringan Ethereum dipenuhi dengan ruang blok berlebih, yang menyebabkan biaya transaksi turun secara drastis. Saya melihat datanya, biaya transaksi turun sekitar 90%. Ini terdengar sangat menguntungkan, tetapi masalahnya adalah pendapatan validator sebagian besar berasal dari biaya ini. Penurunan biaya berarti hasil staking juga menurun, yang membentuk siklus umpan balik negatif.
Yang lebih menarik lagi, Culper menunjukkan bahwa ini bisa menyebabkan validator kehilangan motivasi secara bertahap, dan keamanan jaringan malah akan terancam. Ada yang mencoba membuktikan bahwa peningkatan jumlah transaksi dan alamat aktif menunjukkan fundamental ETH yang membaik, tetapi Culper menolak argumen ini. Mereka berpendapat bahwa sebagian besar aktivitas yang meningkat berasal dari serangan poisoning address, yaitu penipuan di mana penipu mengirim transaksi kecil untuk memancing pengguna menyalin alamat dompet berbahaya.
Ada satu detail yang patut diperhatikan. Co-founder ETH, Vitalik, tahun ini sudah menjual hampir 20.000 ETH. Dengan harga saat ini sekitar 2.22K, jumlah penjualan ini cukup besar. Dalam laporan Culper disebutkan secara langsung: Vitalik sedang menjual, dan beberapa pihak yang optimis terhadap kondisi baru ETH tampaknya belum menyadari hal ini.
Kesimpulan akhir dari laporan ini sangat tajam. Mereka mengatakan, berdasarkan logika dari seorang kepala perusahaan kripto tentang kegunaan, jika kegunaan tidak benar-benar meningkat, maka Ethereum saat ini sedang berada dalam spiral kematian. Inilah yang mereka yakini sedang terjadi.
Yang patut diperhatikan adalah, sebuah perusahaan besar yang memegang ETH sejak Juli tahun lalu telah mengakumulasi sekitar 4,4 juta ETH sebagai bagian dari strategi keuangan mereka. Karena harga ETH turun dari puncaknya, posisi mereka mengalami kerugian unrealized sekitar 7,4 miliar dolar AS. Tekanan bagi pemegang posisi ini cukup besar.
Secara keseluruhan, sudut pandang short-selling terhadap ETH yang diajukan dalam laporan ini memang layak dipikirkan secara mendalam. Apapun pandangan Anda—bullish atau bearish—memahami risiko potensial ini sangat membantu dalam menilai pasar. Banyak berita tentang ETH akhir-akhir ini, tetapi diskusi tentang ekonomi token ini mungkin lebih penting daripada fluktuasi harga itu sendiri.