Rekonstruksi Peta Industri Kimia Global: Pabrik Terpadu BASF Zhanjiang Beroperasi Penuh, China Menjadi "Pilihan Wajib" Investasi Asing

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

26 Maret, di Pulau Donghai, Zhanjiang, Guangdong, angin laut menyapu sebuah hutan industri modern seluas sekitar 4 kilometer persegi. Di sini, raksasa kimia global BASF (BASF) secara resmi mengumumkan bahwa basis integrasi Zhanjiang mereka telah mulai beroperasi secara penuh. Sebagai proyek integrasi petrokimia besar pertama yang didirikan secara sepenuhnya oleh investor asing di China, basis Zhanjiang dikelola secara independen oleh BASF, dengan total investasi mencapai 8,7 miliar euro.

Di tengah hambatan pelayaran Selat Hormuz, fluktuasi harga minyak mentah internasional, dan tantangan serius terhadap rantai pasok petrokimia global, peluncuran penuh proyek ini menunjukkan nilai strategis yang melampaui investasi perusahaan.

Hubungan antara BASF dan Zhanjiang dimulai sejak 2018. Saat itu, BASF mengumumkan akan membangun basis produksi terintegrasi di Guangdong, menjadi proyek petrokimia asing pertama yang sepenuhnya dimiliki oleh investor asing di China. Tahun berikutnya, proyek ini dimulai dengan peletakan batu pertama, dan pada 2022, instalasi pertama mulai beroperasi—memproduksi plastik teknik, diikuti oleh instalasi poliuretan termoplastik yang mulai beroperasi pada 2024.

Selama proses pembangunan, BASF dan mitra China mereka bersama-sama menciptakan apa yang disebut sebagai “Kecepatan Zhanjiang” yang mengesankan. Pada 26 Maret 2026, basis kelas dunia ini mulai beroperasi secara penuh, menandai babak baru dalam strategi BASF di pasar kimia terbesar di dunia, China.

Hingga saat ini, basis ini mampu memproduksi lebih dari 70 jenis produk, mencakup bahan kimia dasar, intermediates, dan bahan kimia dengan karakteristik khusus, melayani industri transportasi, barang konsumsi, elektronik, perawatan rumah, dan perawatan pribadi. Basis ini memiliki lebih dari 2.000 karyawan, menciptakan peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di daerah tersebut.

“Penstabil” di Era Fluktuasi Harga Minyak

Waktu peluncuran penuh basis Zhanjiang bertepatan dengan momen penting di mana pasar energi global mengalami volatilitas ekstrem. Harga minyak mentah internasional melonjak dengan cepat, dan seluruh rantai industri petrokimia global menghadapi tantangan berupa biaya tinggi dan tekanan pada rantai pasok.

Dalam konteks ini, peluncuran basis Zhanjiang dipandang sebagai “penstabil” oleh industri. Chen Diwen, anggota Dewan Direksi dan Chief Technology Officer BASF Group, menjelaskan saat upacara peluncuran bahwa instalasi steam cracking di Zhanjiang menggunakan mode bahan baku campuran, yang memungkinkan penggunaan berbagai jenis bahan baku cracking secara fleksibel, termasuk naphtha dan butana. Bahan baku ini dapat diperoleh dari pasar internasional maupun dari pemasok lokal. “Biaya produksi secara keseluruhan sangat kompetitif,” kata Chen Diwen.

Fleksibilitas bahan baku ini sangat berharga saat ini. Pabrik kimia tradisional biasanya hanya bergantung pada naphtha ringan, dengan sumber bahan baku yang terbatas dan daya tahan terhadap risiko yang lebih rendah. Sementara itu, basis Zhanjiang mampu menyesuaikan rasio bahan baku cracking secara fleksibel, memastikan produksi yang stabil sekaligus secara efektif melindungi dari gangguan rantai pasok eksternal.

“Di China, untuk China”: Penguatan Strategi Lokal

Peluncuran basis Zhanjiang merupakan cerminan utama dari strategi BASF “produksi lokal melayani pasar lokal”.

Huang Hanping, Presiden Proyek Besar BASF Asia, menyatakan secara tegas saat upacara peluncuran: “Kami memproduksi secara lokal, dan sebagian besar produk juga dijual di China. Dengan cara ini, kami dapat menyediakan jaminan pasokan yang andal bagi pelanggan hilir, serta membantu mengurangi ketergantungan pelanggan terhadap impor.”

Indikator Kebijakan Asing: Dari “Pilihan” Menjadi “Kewajiban”

Investasi besar BASF bukanlah kasus tunggal. Juru bicara Kementerian Perdagangan, He Yongqian, menyatakan dalam konferensi pers rutin pada 26 Maret: “Banyak perusahaan multinasional yang berinvestasi di China telah beralih dari ‘pilihan’ dalam pengalokasian sumber daya menjadi ‘kewajiban’ dalam pengembangan strategis.”

Peringatan risiko: Segala informasi atau opini yang disajikan dalam dokumen ini hanyalah untuk referensi dan tidak merupakan saran investasi dari pihak manapun. Investor tidak boleh membuat keputusan beli atau jual berdasarkan informasi ini tanpa risiko sendiri.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan