Washington D.C. - Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa pengelolaan Iran terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz “tidak sesuai dengan kesepakatan yang ada”, sehingga meningkatkan ketegangan terkait jalur pelayaran penting ini yang merupakan jalur utama pengangkutan minyak di dunia. Pernyataan ini menjadi tantangan langsung bagi operasi laut Teheran di jalur ini, yang setiap harinya dilalui sekitar 21 juta barel minyak, setara dengan 21% konsumsi minyak global. Akibatnya, para analis pasar energi dan geopolitik segera menelaah dampak pernyataan ini terhadap rantai pasokan minyak global dan kerangka keamanan regional.



Pernyataan Trump tentang Selat Hormuz dan konteks langsungnya
Presiden Trump menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di Gedung Putih mengenai kebijakan keamanan di Timur Tengah. Ia juga secara spesifik menyinggung latihan laut Iran terbaru serta peningkatan pemantauan lalu lintas pelayaran komersial. Selat Hormuz merupakan satu-satunya jalur pelayaran dari Teluk Persia menuju laut terbuka, sehingga setiap gangguan di dalamnya akan berdampak langsung pada pasar energi global. Data historis yang dikeluarkan oleh Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat menegaskan betapa pentingnya jalur perairan ini. Sebagai contoh, pada tahun 2024, rata-rata 74 kapal tanker minyak melintasi selat tersebut setiap hari, membawa minyak mentah dan turunannya menuju pasar Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan