Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel selalu menjadi katalis utama yang memicu fluktuasi pasar keuangan global, termasuk aset kripto. Berikut adalah narasi tentang dinamika ini:
Guncangan geopolitik dan efek transmisinya
Ketika gesekan militer antara Iran dan aliansi AS-Israel meningkat, reaksi pertama pasar biasanya adalah “perlindungan nilai”. Investor cenderung menarik dana dari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin, lalu beralih ke “aset perlindungan nilai” seperti emas atau dolar AS(safe haven). Narasi perang sering memicu kekhawatiran tentang gangguan rute perdagangan energi di Selat Hormuz, yang menyebabkan harga minyak global melonjak. Kenaikan harga minyak memicu inflasi global, yang pada gilirannya menekan daya beli investor untuk masuk ke pasar kripto.
Bitcoin: antara aset berisiko dan “emas digital”
Pada awal konflik, Bitcoin sering mengalami penyesuaian tajam karena likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Namun, narasi ini punya sisi yang unik:
Penjualan panik: berita tentang serangan udara atau eskalasi militer segera memicu (FUD), dan institusi investasi kerap memanfaatkannya untuk membeli saat harga rendah(buy the dip).
Ketahanan desentralisasi: di wilayah konflik yang terkena sanksi ekonomi atau sistem perbankan tradisional lumpuh, mata uang kripto sering dianggap sebagai solusi transaksi lintas batas, yang tidak diblokir oleh otoritas pusat. Kadang-kadang hal ini membuat harga pulih lebih cepat dibanding pasar saham.
Dampak jangka panjang
Sejarah menunjukkan bahwa meskipun perang menimbulkan gejolak jangka pendek, pasar kripto menunjukkan ketahanan yang mengagumkan. Jika konflik berkembang menjadi perang asimetris atau perang siber, ketergantungan pada infrastruktur digital justru dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang netral secara politik. Namun, bagi trader ritel, periode ini berisiko sangat tinggi, karena volatilitas ekstrem dapat menghapus posisi leverage dalam hitungan menit.
Secara keseluruhan, perang antara Iran dan aliansi AS-Israel menjadi ujian besar, yang menguji kematangan pasar kripto, serta membuktikan apakah pasar ini benar-benar “emas digital” atau hanya aset spekulatif yang rapuh terhadap berita perang.