Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Setelah suku bunga memasuki era 1, mengapa orang yang memiliki sedikit uang harus mempersiapkan dua langkah sekaligus?
Uang tabungan yang dipegang menghadapi masalah nyata pada tahun 2026. Bunga yang diberikan bank sudah turun ke level yang sangat rendah, dan masa-masa ketika menyimpan uang bisa mendapatkan keuntungan dengan stabil semakin jauh dari kenyataan. Banyak orang melihat angka di rekening mereka, dan tak bisa tidak bertanya-tanya dalam hati: uang ini sebaiknya ditaruh di mana supaya bisa mendapatkan lebih banyak imbal hasil, dan sekaligus tidak khawatir pokok mengalami kejadian tak terduga?
Perubahan ini tidak muncul tiba-tiba. Bank sentral terus mengarahkan penurunan suku bunga, dan persaingan antar bank juga membuat selisih bunga semakin tertekan. Data menunjukkan bahwa mulai paruh kedua tahun 2025, suku bunga rata-rata deposito berjangka sudah turun secara menyeluruh hingga menembus di bawah 2 persen; memasuki tahun 2026, bank-bank kecil dan menengah bahkan melakukan penyesuaian secara padat, dan beberapa produk jangka pendek mendekati nol koma sembilan persen. Rasanya uang disimpan di sana semakin terasa tidak bisa mengalahkan kenaikan harga—apakah kamu juga mulai menghitung bagaimana agar uang ini bisa menghasilkan bunga lebih banyak?
Orang-orang yang mengutamakan keamanan bisa mulai dari memilih bank. Suku bunga bank berbasis saham (bank swasta) umumnya lebih tinggi sekitar nol koma satu sampai nol koma dua lima persen dibanding bank milik negara besar, sekaligus cakupan jaringan kantor cabang dan kemampuan pengendalian risiko mereka jauh lebih baik daripada banyak bank kecil di daerah. Dengan menaruh uang di sana, kamu bisa mendapatkan sedikit lebih banyak, dan tidak perlu terlalu khawatir. Jika jumlah uang yang kamu pegang lebih dari dua puluh ribu, deposito berjangka besar adalah pilihan yang cukup bagus. Biasanya bunganya lebih tinggi daripada deposito berjangka biasa, dan bisa dialihkan; jika suatu saat kamu perlu uang secara mendadak, mentransfernya ke orang lain berarti kamu tidak kehilangan bunga dengan sia-sia. Sebagai contoh, pada sebuah bank berbasis saham, suku bunga deposito berjangka besar tenor tiga tahun mendekati nol koma satu tujuh lima persen; jika menempatkan dua ratus ribu rupiah hingga genap tiga tahun, kamu akan mendapatkan lebih dari seribu rupiah dibanding deposito berjangka biasa. Selisih ini, di lingkungan suku bunga rendah seperti sekarang, sudah bisa dikatakan cukup menguntungkan.
Kalau ingin melangkah lebih jauh, kamu bisa membagi dana menjadi tiga bagian untuk dikelola. Bagian pertama ditempatkan pada produk yang memberikan perlindungan pokok, misalnya deposito berjangka, deposito berjangka besar, atau obligasi negara—semuanya stabil. Bagian kedua mencoba produk seperti reksa dana obligasi berisiko rendah atau deposito struktural, yang hasilnya sedikit lebih tinggi daripada murni deposito. Bagian ketiga diarahkan ke produk jangka menengah hingga panjang, seperti saham dengan dividen tinggi atau reksa dana yang menyeimbangkan saham dan obligasi. Dengan kombinasi seperti ini, total imbal hasil bisa ditingkatkan, dan risiko tidak terkonsentrasi di satu tempat. Dalam kehidupan selalu ada kejadian yang tidak terduga; menyebarkan risiko seperti menyiapkan beberapa payung—agar saat hujan, kamu tidak sampai basah kuyup seluruhnya.
Di sisi lain, perubahan jumlah bank kecil dan menengah juga menambah lapisan kewaspadaan. Dalam lebih dari satu tahun terakhir, ratusan bank keluar dari pasar melalui merger atau cara lain, dan pada awal tahun 2026 bahkan sempat terjadi situasi di mana puluhan bank keluar dalam satu bulan. Bank-bank seperti ini biasanya daya saingnya lemah, tekanan piutang bermasalah besar, dan kadang pengelolaan internal juga bermasalah. Dengan suku bunga yang lesu, selisih dana simpanan dan pinjaman mereka makin tipis; sementara nasabah berkualitas justru lebih mudah berpindah ke bank-bank besar, membuat keadaan mereka semakin sulit. Kasus seperti Bank Bowsang, Bank LiaoYang, dan lainnya masih segar di ingatan—mengingatkan kita agar tidak hanya melihat bunga yang tinggi lalu langsung masuk.
Sistem asuransi simpanan adalah tameng bagi pokok yang dimiliki semua orang. Sistem ini secara jelas menetapkan bahwa untuk satu orang pada bank yang sama, pokok ditambah bunga hingga lima puluh juta akan mendapatkan kompensasi penuh. Batas ini mencakup sebagian besar nasabah simpanan biasa. Namun jika melebihi batas tersebut, kamu perlu melihat kondisi aktual setelah bank melakukan likuidasi—tidak selalu bisa mendapatkan semuanya. Intinya adalah hanya simpanan yang benar-benar dilindungi, seperti deposito berjalan (tabungan), deposito berjangka, dan deposito berjangka besar; produk manajemen kekayaan, dana, asuransi, atau produk lain yang dijual/diageni bank, semuanya tidak termasuk dalam perlindungan. Petugas penjualan kadang menggambarkan produk seindah langit dengan imbal hasil yang tinggi dan menarik, tetapi bila terjadi masalah, pokok tidak lagi terlindungi—penyesalan pun datang terlambat.
Dalam praktiknya, ingat beberapa cara sederhana agar risiko bisa diturunkan hingga sangat rendah. Pertama, pilih bank yang memiliki penanda asuransi simpanan; jika tidak ada, langsung hindari. Kedua, di bank mana pun, kendalikan jumlah total agar tidak lebih dari lima puluh juta. Ketiga, jika uangmu banyak, sebaiknya dibagi ke dua atau tiga bank yang berbeda, dan masing-masing tidak melebihi batas tersebut. Dengan begitu, bahkan jika ada bank yang benar-benar mengalami masalah, dampaknya hanya mengenai sebagian kecil dan tidak sampai merusak keuangan secara keseluruhan.
Ambil contoh keluarga biasa. Pasangan suami-istri masing-masing membuka rekening, lalu menyimpan empat puluh juta di bank yang berbeda. Dengan cara ini, mereka menikmati suku bunga masing-masing sekaligus mengendalikan total jumlah. Atau, sebagian uang dipindahkan ke obligasi negara—keamanannya lebih tinggi dan likuiditasnya juga masih tergolong baik. Dalam kehidupan, selalu ada orang yang terjebak oleh bujukan bunga tinggi, lalu menumpuk semua tabungan di satu bank kecil; akibatnya, ketika masalah datang, mereka hanya bisa cemas. Sebaliknya, orang yang tenang dan mantap, meskipun imbal hasilnya tidak spektakuler, bisa tidur nyenyak dan menjalani hari dengan lebih lapang.
Mengapa sekarang perlu menyiapkan dua langkah? Karena lingkungan sudah berubah. Bank tidak mudah menghasilkan keuntungan, dan lembaga keuangan kecil-menengah menghadapi tekanan yang lebih besar; penyesuaian serupa di masa depan mungkin akan terus berlanjut. Suku bunga bisa dikunci selama mungkin, dan dana bisa dibagi; yang penting hanya simpanan yang benar-benar tetap aman, tanpa menyentuh produk manajemen kekayaan yang “berbaju” seperti simpanan. Dengan cara ini, kamu bisa menghasilkan lebih banyak bunga yang memang bisa didapat, sekaligus menjaga pokok tetap benar-benar kokoh.
Terakhir, pikirkan lagi: uang adalah hasil jerih payah yang dikumpulkan, dan semua orang berharap agar uangnya bisa bertambah nilainya dengan aman. Era suku bunga rendah seperti perlombaan lari jarak jauh: bukan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu bertahan sampai garis akhir tanpa jatuh. Pilih jalur yang tepat, kelola risiko dengan baik, dan orang biasa pun bisa menjaga agar hidupnya tetap stabil di tengah perubahan. Gunakan pengetahuan ini, maka hari-harimu akan terasa lebih tenang dan kekhawatiran akan berkurang lebih sedikit.