Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya menyadari bahwa setiap kali pasar kripto melonjak secara tajam, layanan analitik mencatat gelombang likuidasi di bursa senilai ratusan juta dolar. Ini bukan kebetulan — ini akibat dari bagaimana margin trading diatur dan bagaimana mekanisme perlindungan bursa bekerja. Mari kita bahas apa yang sebenarnya terjadi.
Gagasan utamanya sederhana: platform perdagangan besar memungkinkan trader menggunakan leverage — meminjam uang dari bursa untuk meningkatkan ukuran posisi. Kedengarannya menarik, karena saat aset naik 10%, kamu bisa mendapatkan keuntungan 50% alih-alih 10%, jika menggunakan leverage 5x. Tapi sisi lain dari koinnya adalah kerugian juga diperbesar dengan leverage yang sama. Ini sudah berjalan sejak 2011, saat derivatif kripto pertama muncul, dan seiring waktu menjadi populer terutama di kalangan trader ritel yang ingin memaksimalkan hasil dari transaksi mereka.
Ketika kamu membuka posisi margin, kamu menyetor jaminan — margin awal. Misalnya, kamu punya $100, dan kamu memakai leverage 5x. Kamu meminjam dari bursa lagi $400 dan memperdagangkan $500. Jika harga turun 10%, margin kamu berkurang $50, dan ini sudah merupakan kerugian sebesar 50% dari margin kamu. Penurunan 20% — dan posisi kamu otomatis dilikuidasi. Itulah sebabnya likuidasi di bursa terjadi begitu sering dan secara massal selama periode volatilitas.
Saya ingat kejadian pada Desember 2023, ketika Bitcoin turun lebih dari $3 ribu dolar dalam waktu singkat. Layanan analitik mencatat likuidasi posisi sekitar $500 juta dolar dalam satu malam. Kebanyakan trader memegang posisi long, bertaruh pada kenaikan, dan kemudian pasar berbalik melawan mereka. Ini adalah skenario klasik.
Untuk meminimalkan risiko, penting memahami berapa persen penurunan yang akan menyebabkan likuidasi. Rumusnya sederhana: 100 dibagi dengan ukuran leverage. Dengan leverage 5x — ini 20%. Dengan leverage 10x — ini 10%. Semakin tinggi leverage, semakin dekat kamu ke titik likuidasi.
Saran praktis: gunakan stop-loss. Ini adalah order yang secara otomatis menutup posisi kamu jika harga turun ke tingkat tertentu. Misalnya, kamu bisa menetapkan stop pada 2,5% di bawah harga masuk. Jadi, bahkan jika pasar bergerak melawan kamu, kamu hanya kehilangan jumlah yang terkendali, bukan seluruh jaminan.
Berikut dua skenario nyata. Pertama: saldo kamu $5000, kamu memakai $100 margin dengan leverage 10x, membuka posisi $1000 dan menetapkan stop pada 2,5%. Kerugian maksimal — $25, atau 0,5% dari deposit. Tanpa stop-loss, posisi akan dilikuidasi saat penurunan 10%. Skenario kedua: saldo $5000 , tapi kamu memakai $2500 margin dengan leverage 3x, posisi $7500. Stop pada 2,5% berarti potensi kerugian $187,5, atau 3,75% dari deposit. Lihat? Bahkan leverage yang lebih kecil pun bisa menyebabkan kerugian besar jika ukuran posisi besar.
Intinya: likuidasi di bursa bukan sekadar proses teknis, ini adalah uang nyata dari trader nyata. Oleh karena itu, sebelum membuka posisi leverage, penting merancang strategi manajemen risiko dengan matang. Tentukan berapa banyak yang siap kamu kehilangan, pasang stop-loss, dan jangan terbawa emosi. Pasar selalu bisa bergerak tidak sesuai harapan, dan itu normal. Yang terpenting adalah siap menghadapi hal itu sejak awal.