Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#Gate广场四月发帖挑战 Gencatan senjata adalah blokade: Ketakutan pasar di balik penutupan kembali Selat Hormuz
8 April, pasar global baru saja menikmati euforia "gencatan senjata"—KOSPI Korea Selatan melonjak 6,87%, Nikkei 225 naik 5,39%, dan indeks创业板 di China melonjak 5,91%. Namun kurang dari 24 jam, cerita berubah secara dramatis: Menurut laporan dari stasiun berita Iran pada malam hari tanggal 8, Selat Hormuz telah "sepenuhnya ditutup", dan beberapa kapal minyak dipaksa kembali.
Dilaporkan bahwa ini terjadi setelah Israel menyerang Lebanon, Iran menghentikan lalu lintas kapal minyak melalui Selat Hormuz. Pada 9 April, pasar Asia langsung jatuh. Drama "gencatan senjata adalah blokade" ini memperlihatkan kepada investor global sebuah kenyataan pahit: gencatan senjata ≠ perdamaian, kunci Selat Hormuz tetap di tangan Iran.
01 Kurang dari 24 jam gencatan senjata: Selat Hormuz kembali ditutup
Xinhua melaporkan dari Teheran, 8 April: Menurut stasiun berita Iran, Selat Hormuz telah "sepenuhnya ditutup", dan beberapa kapal minyak dipaksa kembali. Laporan dari Caixin pada dini hari 9 April menyebutkan: Setelah Israel menyerang Lebanon, Iran menghentikan lalu lintas kapal minyak melalui Selat Hormuz. Pengalaman kapal tanker "AUROURA" adalah gambaran kecil dari blokade ini: Data dari sistem pelacakan lalu lintas laut menunjukkan bahwa kapal ini, yang awalnya menuju ke pintu keluar Selat Hormuz, tiba-tiba mengubah arah dekat pantai Semenanjung Musandam, Oman, dan setelah melakukan putaran 180 derajat, kembali ke perairan Teluk Persia.
Timeline kejadian:
- Malam 7 April: Trump mengumumkan menerima usulan Pakistan dan setuju gencatan senjata selama dua minggu
- Dini hari 8 April: Gencatan senjata AS-Iran berlaku
- Malam 8 April: Israel menyerang Lebanon
- Malam 8 April: Iran mengumumkan "sepenuhnya menutup" Selat Hormuz
- 9 April: Pasar Asia langsung jatuh
02 "Kemungkinan ada ranjau laut": Sinyal peringatan Iran
Tindakan Iran bukan sekadar "menutup" selat, tetapi juga menciptakan ketakutan. Menurut laporan Xinhua, Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran mengumumkan pada 8 April peta jalur pelayaran aman di wilayah Selat Hormuz, memberi tahu kapal yang lalu-lalang untuk "menghindari ranjau".
Isi pernyataan Iran: "Di jalur utama pelayaran Selat Hormuz, mungkin terdapat berbagai ranjau anti kapal. Untuk memastikan keamanan pelayaran di laut, kapal yang lalu-lalang harus mengikuti peta jalur pelayaran aman yang diumumkan Iran."
Apa artinya ini?
Pertama: Iran menggunakan "ancaman ranjau" untuk mengintimidasi semua kapal yang mencoba melintas.
Kedua: "Peta jalur pelayaran aman" dibuat sepihak oleh Iran, dan hanya dapat dilalui dengan mengikuti aturan Iran.
Ketiga: Tanpa memandang apakah benar ada ranjau atau tidak, Iran sudah membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa menutup jalur energi utama global kapan saja.
03 Israel: Variabel yang diabaikan
Dalam seluruh negosiasi gencatan senjata AS-Iran, Israel selalu menjadi variabel yang diabaikan. Saat AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata, pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Israel "setuju untuk gencatan senjata sementara". Tetapi seberapa besar kekuatan komitmen ini? Malam 8 April, serangan Israel ke Lebanon memberikan jawaban.
Mengapa Israel menyerang Lebanon saat ini?
• Mengganggu negosiasi: Israel tidak ingin AS-Iran mencapai rekonsiliasi
• Menguji batas: melihat reaksi Iran dalam keadaan gencatan senjata
• Sinyal strategis: menunjukkan kepada Iran dan sekutunya bahwa meskipun ada gencatan senjata, Israel tidak akan menghentikan operasi militer
Respon Iran: Dewan Keamanan Nasional Iran secara tegas menyatakan: "Mengakhiri perang terhadap semua anggota 'Poros Perlawanan', dan mengakhiri agresi rezim Israel." Penutupan Selat Hormuz oleh Iran adalah tanggapan atas serangan Israel. Ini adalah drama "Israel menembakkan meriam, Iran menutup katup."
04 Perbandingan pasar dua hari: dari "kegembiraan" ke "ketakutan"
8 April: Hari euforia gencatan senjata
Data penutupan 8 April:
Nikkei 225: naik 5,39%, menjadi 56.308,42 poin (naik hampir 3.000 poin)
KOSPI Korea Selatan: naik 6,87%, menjadi 5.872,34 poin
Indeks Shanghai: naik 2,7%, menjadi 3.994,99 poin
Indeks创业板: naik 5,91%, menjadi 3.347,61 poin
9 April: Hari ketakutan blokade
Data pembukaan 9 April:
Nikkei 225: turun 0,17% menjadi 56.210,27 poin
KOSPI Korea Selatan: turun 0,74% menjadi 5.828,64 poin
Indeks Shanghai: turun 0,69% menjadi 3.967,63 poin
Indeks创业板: turun 0,94%
Ironisnya: tiga indeks utama pasar AS pada malam hari kemarin semuanya naik—Nasdaq naik 2,8%, S&P 500 naik 2,51%, Dow Jones naik 2,85%. Pasar AS melonjak karena berita "gencatan senjata", tetapi pasar Asia justru turun dalam "gencatan senjata adalah blokade".
05 Prospek negosiasi: Ketegangan pertemuan Islamabad 10 April
Pada 10 April, negosiasi AS-Iran akan dimulai di Islamabad, Pakistan. Ada lima ketegangan utama:
Ketegangan 1: Apakah Selat Hormuz bisa dibuka kembali?
Ketegangan 2: Bagaimana peran Israel akan ditangani?
Ketegangan 3: Apa arti usulan "kemitraan" Trump?
Ketegangan 4: Apakah "10 poin rencana" Iran akan diterima?
Ketegangan 5: Apa yang terjadi jika negosiasi gagal? Iran sudah tegas menyatakan: "Jika negosiasi gagal, Iran siap berperang."
06 Dampak investasi: Bagaimana bertahan di tengah volatilitas
Peristiwa ini memberi pelajaran kepada investor: risiko geopolitik tidak dapat diprediksi dan tidak bisa hanya diukur dari "gencatan senjata".
Prospek pasar jangka pendek:
• Pasar Asia: di bawah tekanan
• Minyak mentah: mungkin rebound
• Emas: mendapatkan dukungan
• Pasar saham AS: relatif independen
Fokus perhatian:
• Emas/logam mulia: didukung risiko geopolitik
• Cadangan energi/minyak: penutupan Selat Hormuz bisa mendorong kenaikan biaya pengangkutan
• Saham energi AS: mandiri dari Selat Hormuz, pengaruhnya kecil
• Saham industri militer: ketegangan geopolitik mendukung
07 Penutup: Gencatan senjata ≠ perdamaian, blokade adalah norma