Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya rasa hal terpenting dalam trading adalah manajemen risiko. Baru-baru ini saya menyadari bahwa banyak orang hanya mengejar keuntungan dan tidak menghitung risiko dengan benar. Ini bisa menjadi fatal dalam jangka panjang.
Apakah Anda pernah mendengar rasio risiko-imbalan (risk-reward ratio)? Singkatnya, jika ada kemungkinan kehilangan 1 dolar, maka kita harus menargetkan keuntungan minimal 2 dolar agar trading tersebut sepadan. Setelah menentukan harga entri, pertama-tama pikirkan di mana menempatkan stop loss. Kemudian tetapkan target take profit. Setelah semuanya ditentukan, hitung potensi kerugian dan potensi keuntungan.
Rumusnya sederhana. Rasio risiko-imbalan = potensi keuntungan ÷ potensi kerugian. Jangan melakukan trading sampai rasio ini mencapai minimal 1:2. Selama potensi keuntungan tidak lebih dari dua kali lipat dari risiko, sebaiknya lewati trading tersebut.
Dalam trading nyata, saya selalu memastikan rasio ini sebelum mengeksekusi order. Dengan hanya memilih trading yang memiliki rasio risiko-imbalan yang baik, secara otomatis trading berkualitas rendah akan tersaring. Hasilnya, tingkat kemenangan mungkin menurun, tetapi satu kemenangan bisa menutupi beberapa kekalahan. Saya rasa ini yang akan membawa keuntungan yang stabil.
Saat membuat rencana trading, pastikan untuk selalu memasukkan sudut pandang ini. Periksa apakah rasio risiko-imbalan sesuai dengan strategi Anda sebelum bertindak. Hanya dengan cara ini, kualitas trading Anda akan meningkat secara signifikan.