Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja saya menemukan statistik bersejarah yang menarik tentang berapa lama negara-negara Kekaisaran Ottoman berada di bawah kendalinya. Jujur, skala perluasan kekaisaran ini sangat mengesankan.
Di Eropa, gambaran ini sangat menarik. Turki tetap berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman selama 623 tahun, orang Bulgaria mengalami pendudukan selama 515 tahun, dan orang Makedonia Utara sekitar 542 tahun. Yunani mengalami penderitaan yang berbeda-beda tergantung wilayahnya — ada yang selama 370 tahun, ada yang hingga 520 tahun. Serbia, Montenegro, Bosnia dan Herzegovina — semuanya menghabiskan lebih dari empat abad dalam penundukan. Bahkan Albania mencatat 527 tahun di bawah kekuasaan ini. Menariknya, Kroasia dan Hongaria mengalami penderitaan yang lebih sedikit — sekitar 147 dan 160-192 tahun masing-masing.
Di Kaukasus, situasinya tidak kalah kompleks. Georgia, Armenia, Azerbaijan, dan bagian-bagian wilayah Rusia — semuanya masuk ke dalam kekaisaran pada periode yang berbeda. Daghestan dan Kabar Daj tetap berada di bawah kendali selama sekitar 355 tahun.
Namun yang paling mengesankan adalah cakupan wilayah Kekaisaran Ottoman di Timur Tengah. Irak, Suriah, Yordania, Israel, Palestina, Lebanon — semua tanah ini telah direbut. Mesir dan Sudan mengalami pendudukan selama sekitar 365-397 tahun. Arab Saudi, termasuk Hijaz dan Najd, berada di bawah kekuasaan selama sekitar 393 tahun.
Di Afrika, pengaruh kekaisaran menyebar dari Libya hingga Eritrea dan Djibouti. Libya bertahan selama 382 tahun, Aljazair selama 315 tahun, Tunisia selama 307-330 tahun. Bahkan wilayah seperti Somalia dan Kenya merasakan kekuasaan Kekaisaran Ottoman.
Sejarah ini menunjukkan betapa luasnya pengaruh kekaisaran ini. Negara-negara Kekaisaran Ottoman secara harfiah mencakup tiga benua. Menarik untuk dipikirkan bagaimana pemerintahan yang berlangsung begitu lama ini mempengaruhi budaya dan sejarah rakyat-rakyat tersebut.