Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sudah banyak trader Muslim yang mengalami kesulitan dengan pertanyaan ini akhir-akhir ini—apakah trading futures haram, atau dapatkah Anda menemukan cara agar itu bisa dilakukan secara halal? Izinkan saya uraikan apa yang sebenarnya terjadi di sini, karena jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.
Jadi, sebagian besar ulama Islam cukup jelas tentang hal ini: futures konvensional seperti yang diperdagangkan saat ini? Ya, mereka menganggapnya haram. Alasan utamanya cukup mudah dipahami kalau Anda mengerti prinsip-prinsip keuangan Islam. Pertama, ada masalah gharar—ketidakpastian yang berlebihan. Anda pada dasarnya menjual sesuatu yang belum benar-benar Anda miliki atau kuasai, dan Islam memberi pedoman yang tegas untuk melarang hal itu. Lalu ada riba, yaitu pinjaman berbasis bunga. Sebagian besar trading futures melibatkan leverage dan margin, yang berarti ada biaya menginap (overnight) dan pembayaran bunga yang secara langsung melanggar hukum Islam. Di samping itu, ada masalah maisir—pada dasarnya menjadi perjudian. Anda berspekulasi tentang pergerakan harga tanpa hubungan nyata dengan aset sebenarnya, dan Islam tidak membolehkan jenis transaksi seperti itu.
Namun di sinilah mulai menarik. Ada sebagian ulama—jumlahnya lebih kecil—yang mengatakan mungkin ada jalan. Mereka berpendapat bahwa jika Anda melakukan sesuatu yang lebih dekat dengan kontrak salam—di mana Anda memiliki asetnya, tidak ada leverage, tidak ada bunga, dan Anda melakukannya untuk lindung nilai (hedging) bisnis yang sah, bukan untuk spekulasi murni—maka mungkin bisa dianggap halal. Tapi ini interpretasi yang cukup sempit, dan jelas bukan praktik yang dilakukan kebanyakan orang saat mereka trading futures.
Lembaga keuangan Islam utama seperti AAOIFI telah menyatakan sikapnya dengan jelas: mereka melarang futures konvensional. Madrasah tradisional dan para ulama Islam pada umumnya sepakat dengan ketetapan ini. Beberapa ekonom Islam modern berupaya merancang alternatif yang sesuai syariah, tetapi itu bukanlah trading futures biasa.
Dengar, jika Anda serius ingin berinvestasi secara halal, ada pilihan yang lebih baik di luar sana. Islamic mutual funds, shariah-compliant stocks, sukuk bonds—semuanya adalah cara yang sah untuk mengembangkan kekayaan Anda tanpa terjebak di area abu-abu tersebut. Konsensus di antara kebanyakan ulama cukup kuat soal ini: apakah future trading haram dalam bentuk konvensional? Jawaban dari mayoritas adalah ya. Anda akan lebih baik mengeksplorasi investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam tanpa kontroversi.