Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bisnis "Cicilan Emas" mulai berkembang, menyimpan risiko pinjaman ilegal
Menurut laporan CCTV Finance pada 26 Maret, memasuki 2026, kenaikan harga emas internasional dan gejolaknya memicu perhatian pasar. Di balik meledaknya investasi logam mulia dan transaksi perhiasan emas, terdapat pula arus terselubung dari sejumlah bisnis emas ilegal.
Belakangan ini, berdasarkan hasil wawancara dengan para reporter, diketahui bahwa sebuah layanan bernama “gold installment” tengah naik daun. Layanan ini mengklaim tanpa uang muka dan dengan suku bunga rendah, tetapi di baliknya tersimpan risiko pinjaman ilegal. Dengan dalih konsumsi, praktiknya justru pemberian pinjaman. Jaksa menyatakan bahwa tindakan menggunakan transaksi yang tampak legal sebagai kedok untuk melakukan pemberian pinjaman ilegal sebenarnya merupakan rangkaian yang saling mengunci, dengan total “metode panen lima langkah”. Langkah pertama adalah pemetaan yang presisi: menargetkan orang-orang dengan cacat kredit dan kelompok yang sulit mendapatkan pinjaman. Langkah kedua adalah pengepakan dengan teknik percakapan: menggunakan kalimat seperti “tanpa uang muka” dan “tidak melihat catatan kredit” untuk menarik konsumen yang menjadi korban. Langkah ketiga disebut jebakan kontrak: pedagang memanfaatkan ketidaktahuan konsumen biasa terhadap peraturan dan regulasi hukum, atau psikologi ingin untung kecil, melalui penandatanganan kontrak jual-beli cicilan untuk menghindari pengawasan keuangan. Langkah keempat juga merupakan langkah kunci, disebut “penyusutan saat pencairan uang”—menetapkan harga dengan angka yang terlalu tinggi, lalu membuat konsumen mencairkan dana dengan cara yang lebih rendah daripada harga emas internasional, sehingga panen selesai dan keuntungan ilegal tercapai.