Lufthansa berencana menghentikan penerbangan 40 pesawat, kemungkinan mengurangi kapasitas sebesar 5%

Maskapai Lufthansa Jerman sedang mempersiapkan skenario yang berpotensi lebih menguji ekonomi industri penerbangan daripada permintaan itu sendiri. Seiring eskalasi situasi di Timur Tengah, CEO Carsten Spohr telah memerintahkan tim internal untuk menyusun rencana tanggap darurat berlapis, serta menetapkan langkah respons yang sesuai berdasarkan tingkat gangguan yang berbeda. Salah satu tindakan yang paling langsung dipertimbangkan adalah mengurangi kapasitas; perusahaan tersebut mengatakan bahwa jika diperlukan, mereka mungkin menghentikan penerbangan hingga 40 pesawat, sekitar 5% dari total armadanya. Langkah ini menunjukkan bahwa manajemen cenderung mempertahankan fleksibilitas dan disiplin biaya, bukan sekadar menunggu permintaan melemah.

Titik tekan tidak hanya terbatas pada permintaan penumpang, melainkan langsung merembet ke pasokan dan penetapan harga bahan bakar. Selat Hormuz pada faktanya telah ditutup, mengganggu sebagian besar pengiriman bahan bakar penerbangan global, dan efek berantai tersebut telah memaksa kilang minyak di Asia untuk mengurangi produksi. Eropa masih sangat bergantung pada impor dari Teluk Persia; wilayah tersebut menyuplai sekitar setengah dari total pasokan bahan bakar penerbangan untuk maskapai di Uni Eropa dan Inggris. Jika gangguan berlanjut, pasokan berpotensi makin menegang. Kekurangan pasokan dan tekanan ganda berupa kenaikan harga menghadirkan ketidakpastian yang sulit dicerna maskapai dalam waktu singkat.

Investor tampaknya sama-sama melihat risiko dan mengakui langkah proaktif perusahaan. Setelah kabar tersebut dirilis, Lufthansa sempat naik hingga 8,1% pada perdagangan awal di Frankfurt. Sebelumnya, saham tersebut pada hari perdagangan pertama minggu ini telah turun akumulatif sekitar 16%. Di saat yang sama, perusahaan masih menata rencana di bidang-bidang dengan permintaan yang jelas; baru-baru ini mereka memperluas layanan penerbangan musim panas, menambah rute menuju destinasi seperti Chennai dan Bangalore. Kontrasnya cukup tajam: Lufthansa sedang bersiap menghadapi skenario kondisi pasar yang memburuk, sambil tetap menangkap titik pertumbuhan di pasar-pasar tertentu. Keseimbangan semacam ini mungkin akan menentukan bagaimana maskapai tersebut melangkah dalam lingkungan operasional yang semakin bergejolak.

Limpahan informasi, interpretasi yang presisi, semuanya ada di aplikasi Sina Finance

Penanggung jawab: Zhang Jun SF065

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan