Bulan lalu aku juga bilang ke istriku: "Ngomong pakai suara buat nulis? Bisa apa sih, pasti banyak salah ketik."


Tapi dia maksa aku coba selama dua hari, dan sekarang aku benar-benar merasa manfaatnya 👇
Awalnya aku juga merasa aneh, ngomong kan biasanya nggak perlu mikir detail kayak ngetik.
Tapi setelah beberapa hari dipakai, aku sadar, saat ngomong malah alur pikiranku jadi lebih lancar, nggak perlu mikir kata per kata, langsung keluarin kerangka pikirannya.
Apa yang paling keren?
Sekarang aku nulis laporan kerja, tinggal ngomong pakai suara selama lima menit buat bikin draft, terus tinggal koreksi beberapa salah ketik selama dua menit.
Dulu aku nggak bisa nulis tiga baris dalam setengah jam, sekarang cukup sepuluh menit selesai.
Dan ini bisa dikombinasikan buat efek ganda:
Rekaman rapat diubah jadi teks → otomatis bikin daftar tugas → tinggal salin-tempel aja.
Nulis proposal juga sama, pertama ngomong aja semua ide yang ada di kepala, lalu pelan-pelan diedit dan diubah.
Biaya tetap sama, tetap pakai mulut, tapi efisiensinya langsung dua kali lipat.
Sekarang aku pakai ini sebagai alat bantu, nggak berharap langsung jadi draft lengkap, tapi bisa menghemat sekitar delapan puluh persen tenaga dari langkah “dari 0 ke 1”.
Dulu aku pikir fitur ini nggak penting, minggu ini aku coba sendiri beberapa hari.
Kamu akan sadar, yang paling sulit bukan karena nggak bisa nulis, tapi karena kamu nggak berani membuka mulut. 👇
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan