Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Tekanan Kejutan Minyak Mentah yang Sangat Tinggi
Wellington, Selandia Baru - Bank Reserve Selandia Baru menghadapi keputusan politik penting minggu ini, di tengah pengujian volatilitas harga minyak global terhadap kerangka kerja bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Para analis pasar secara luas memperkirakan bahwa Komite Kebijakan Moneter akan mempertahankan suku bunga resmi pada tingkat saat ini, meskipun ada tekanan eksternal yang meningkat dari pasar energi. Keputusan ini muncul di tengah indikator ekonomi yang kontradiktif yang meragukan respons kebijakan moneter tradisional.
Keputusan Bank Reserve Selandia Baru tentang Suku Bunga di Tengah Gangguan Energi Global
Pengumuman kebijakan moneter yang akan datang dari Bank Reserve Selandia Baru terjadi dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar energi global. Harga minyak mentah global telah naik sekitar 40% sejak Januari 2025, terutama disebabkan oleh ketegangan geopolitik di wilayah produksi utama. Akibatnya, kejutan eksternal ini langsung mempengaruhi biaya impor Selandia Baru. Bank sentral kini harus menyeimbangkan stabilitas ekonomi domestik dengan tekanan inflasi impor.
Data terbaru dari Badan Statistik Selandia Baru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Biaya bahan bakar transportasi meningkat sebesar 15,2% secara tahunan dalam laporan triwulan terbaru. Selain itu, kenaikan ini mempengaruhi harga konsumen secara umum melalui biaya transportasi dan produksi. Komite Kebijakan Moneter sebelumnya telah menunjukkan pendekatan berhati-hati dalam penyesuaian suku bunga. Oleh karena itu, mempertahankan kondisi saat ini merupakan langkah strategis untuk melakukan penilaian ulang.