Berita Ekonomi: Pembinaan Ekonomi Malam Berkualitas Tinggi

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pada libur Qingming, pertunjukan seni imersif di berbagai tempat, program berwisata malam, dan pertunjukan tata cahaya terus menjadi semakin populer; di beberapa kawasan wisata, proporsi kunjungan pada malam hari telah melebihi 40%, mendorong konsumsi untuk berkembang dari “pariwisata siang” menuju “pengalaman malam”.

Untuk meningkatkan konsumsi, tidak cukup hanya berupaya memperkuat kemampuan konsumsi dan meningkatkan minat konsumsi, tetapi juga perlu membuat artikel mengenai penyesuaian terhadap perubahan struktur konsumsi serta peningkatan kecocokan antara permintaan dan penawaran. Dalam Rencana Kerja untuk Mempercepat Penciptaan Titik Pertumbuhan Baru bagi Konsumsi Layanan yang dikeluarkan oleh Dewan Negara (State Council) Kantor Umum, disebutkan percepatan pembinaan titik pertumbuhan baru konsumsi layanan. Ekonomi malam memperluas batas waktu dan dimensi ruang konsumsi melalui beragam skenario dan pengalaman imersif, mempercepat pelepasan potensi konsumsi, dan berpeluang memainkan peran pendorong terpadu.

Tahun ini, dalam laporan kerja pemerintah di berbagai daerah disebutkan pengembangan ekonomi malam, dengan target mendorong potensi konsumsi malam melalui kebijakan berdimensi beragam. Saat ini, di beberapa wilayah masih terdapat masalah seperti homogenisasi jenis usaha, konten yang cenderung berkelas rendah, tata ruang yang serupa, dan lain-lain. Di samping itu, masih ada kekurangan pada dukungan transportasi, layanan publik, jaminan keamanan, dan sebagainya, yang membatasi pelepasan potensi konsumsi. Mendorong pembangunan ekonomi malam berkualitas tinggi masih memerlukan peningkatan pemahaman serta penerapan kebijakan yang komprehensif dan terarah.

Secara hakikat, ekonomi malam adalah ekonomi rekreasi. Puncak konsumsi malam banyak bertepatan dengan akhir pekan dan hari libur; kemunculannya berawal dari peningkatan efisiensi kerja dan bertambahnya waktu luang, merupakan perluasan alami dari peningkatan gaya hidup. Survei Kementerian Perdagangan sebelumnya menunjukkan bahwa lebih dari 60% konsumsi terjadi pada malam hari, dan pada beberapa mal besar, proporsi nilai penjualan pada pukul 18.00 hingga 22.00 melebihi 50% dari total seharian. Oleh karena itu, seharusnya mengikuti pola rekreasi warga, mengoptimalkan penataan segmen waktu dan alokasi sumber daya, meningkatkan mutu pengalaman, bukan sekadar memperpanjang jam operasional secara sederhana.

Ekonomi malam adalah ekonomi tipe komposit dengan fusi berbagai sektor usaha. Perpaduan online dan offline, serta pencampuran lintas bidang, menjadi hal yang lazim; model seperti “belanja + hiburan”, “pariwisata budaya + olahraga” terus bermunculan. Ini berarti ekonomi malam tidak memiliki satu paradigma yang seragam. Setiap daerah seharusnya berangkat dari penentuan fungsi kota dan keunggulan sumber daya, mengeksplorasi jalur yang khas sesuai kebutuhan nyata, membangun sistem konsumsi yang berbeda-beda dan berlapis, sehingga mendorong ekonomi malam bergerak dari ekspansi skala menuju peningkatan kualitas.

Mengembangkan ekonomi malam perlu menjadikannya bertumpu pada budaya kota. Setiap daerah hendaknya berangkat dari kesinambungan sejarah dan tradisi kehidupan malam, menyusun perencanaan terpadu untuk kawasan ekonomi malam yang terkonsentrasi dan pusat komersial bertema, serta di wilayah seperti kawasan kota lama, jalan-jalan bersejarah, dan sejenisnya menghadirkan beragam jenis usaha seperti teater, museum, bioskop, serta restoran dan rekreasi kuliner, untuk menciptakan skenario konsumsi yang memiliki fungsi pengalaman budaya sekaligus layanan hidup; membina merek kehidupan malam kota yang memiliki daya kenal, serta meningkatkan daya tarik konsumsi malam dan daya dukung budaya.

Daya hidup konsumsi malam juga memerlukan dukungan dari layanan publik yang terus disempurnakan. Perlu mengoptimalkan sistem penerangan malam, memperpanjang jam operasional transportasi umum, menambah frekuensi rute bus malam, dan meningkatkan kemudahan perjalanan pada malam hari; menyempurnakan layanan pendukung seperti tempat parkir, keamanan, kebersihan di gerai komersial dan kawasan jalan bertema, sehingga meningkatkan tingkat pengelolaan pada malam hari yang lebih rinci, serta menciptakan lingkungan konsumsi yang aman, tertib, mudah, dan nyaman.

Membina ekonomi malam adalah proyek yang sistematis dan jangka panjang; ia memerlukan desain tingkat puncak, sekaligus penyesuaian sesuai kondisi setempat. Dari menyempurnakan fasilitas perangkat keras hingga mengoptimalkan dan meningkatkan layanan, dari memperkuat arahan perencanaan hingga mendorong uji coba dan demonstrasi, setiap tahap berhubungan dengan “kualitas” ekonomi malam. Perlu pandai menggunakan teknologi seperti big data untuk secara tepat mengidentifikasi kebutuhan konsumsi malam, mendorong partisipasi terpadu pemerintah, perusahaan, dan publik, serta membangun ekosistem konsumsi malam yang beragam dengan tata kelola bersama dan interaksi yang saling menguntungkan. Tetap berpegang pada pandangan sistem, menyatukan kekuatan dari berbagai pihak, bekerja dengan sabar dan konsisten dalam jangka panjang, sehingga ekonomi malam menerangi langit malam kota, dan menyuntikkan dorongan kuat bagi pertumbuhan konsumsi.

(Sumber: Economic Daily)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan