Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Charles Schwab: Mengalokasikan hanya 1%–3% dari portofolio Anda ke BTC atau ETH dapat secara signifikan mempengaruhi karakteristik risiko keseluruhan
Berita ME: Pada 7 April (UTC+8), penelitian terbaru dari Charles Schwab menunjukkan bahwa meskipun hanya mengalokasikan 1%–3% Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) dalam portofolio, hal tersebut tetap dapat secara signifikan memengaruhi karakteristik risiko secara keseluruhan. Penelitian ini menyebutkan bahwa Bitcoin dan Ethereum sama-sama pernah mengalami penurunan lebih dari 70% dalam sejarahnya, jauh melampaui tingkat volatilitas saham atau obligasi, sehingga bahkan alokasi dalam jumlah kecil pun dapat memberikan dampak yang nyata pada saat pasar sedang bergejolak. Charles Schwab mengusulkan dua metode penetapan alokasi untuk aset kripto: 1) Metode teori portofolio tradisional: melakukan alokasi berdasarkan imbal hasil yang diharapkan, volatilitas, dan korelasi, tetapi perbedaan asumsi imbal hasil sangat besar; jika imbal hasil yang diharapkan berada di bawah 10%, bahkan bagi investor agresif pun sulit untuk menopang alokasi dalam jumlah besar. 2) Metode berbasis risiko: menentukan porsi aset kripto berdasarkan risiko yang bersedia ditanggung, sehingga fokus beralih dari imbal hasil ke kemampuan menanggung risiko, namun volatilitas aset kripto masih dapat melebihi perkiraan. Charles Schwab menekankan bahwa aset kripto termasuk aset bervolatilitas tinggi, sehingga tidak cocok untuk semua investor. Investor perlu mengalokasikan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kemampuan menanggung risiko, jangka waktu investasi, dan tingkat pemahaman terhadap aset, serta tetap memperhatikan risiko likuiditas, pencurian, dan penipuan. (Sumber: ChainCatcher)