Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Harga minyak tembus 120 dolar!!!
Trump mengirim ultimatum terakhir ke Iran, apakah dompetmu baik-baik saja?
Pasar hari ini, satu kata yang menggambarkan: kacau!
Harga minyak melonjak ke 120 dolar, ketegangan antara AS dan Iran memuncak, saham teknologi gemetar, bahkan Bitcoin pun ikut terkena dampaknya.
Apa yang sebenarnya terjadi di pasar hari ini, dan apa yang harus kita lakukan dengan uang kita.
---🔥 Headline: Trump berikan "Ultimatum Terakhir" kepada Iran
Mari mulai dengan berita paling heboh: Trump menuntut Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebelum pukul 8 malam waktu Timur AS, jika tidak, akan melakukan serangan udara ke pembangkit listrik dan jembatan Iran. Iran pun tidak tinggal diam, langsung menantang: Kalau kalian berani menyerang, aku akan memperluas serangan ke fasilitas energi di Teluk!
Mengapa hal ini begitu serius?
Karena Selat Hormuz adalah jalur utama pengangkutan minyak dunia, setiap hari 21 juta barel minyak dikirim dari sana, menyumbang 20% dari perdagangan minyak global! Jika disekat, harga minyak pasti melambung tinggi, tekanan inflasi global pun langsung meningkat.
Respon pasar:
• Minyak Brent: langsung melonjak di atas **120 dolar**
• Futures saham AS: turun sebelum pasar dibuka hari Selasa
• S&P 500: -0,33%, NASDAQ juga ikut turun
• Indeks Hang Seng: -0,70%
Risiko geopolitik yang meledak akan membuat pasar seperti burung yang ketakutan. Sekarang yang penting adalah apakah Iran akan berkompromi sebelum pukul 8 malam waktu Timur AS, dan apakah Trump benar-benar akan bertindak. Jika konflik meningkat, harga minyak akan terus melambung, dan ekspektasi inflasi akan kembali naik.
📊 Snapshot pasar: data berbicara
• **S&P 500**: 6590 poin (-0,33%)
• **Indeks Hang Seng**: sekitar 25117 poin (-0,70%)
• **Hasil obligasi 10 tahun AS**: 4,35%
• **Emas**: 4552 dolar/ons (sentimen perlindungan meningkat)
• **Minyak (Brent)**: di atas 120 dolar
• **Bitcoin**: terpengaruh oleh lonjakan harga minyak, berkorelasi 85% dengan NASDAQ, ikut turun.
Emas naik, harga minyak naik, pasar saham turun—ini adalah gambaran khas dari sentimen perlindungan. Ketika ketidakpastian pasar meningkat, dana akan mengalir ke emas, obligasi AS, dan aset aman lainnya. Jika kamu punya emas atau ETF emas, selamat, hari ini saatnya meraih keuntungan.
---🔍 Hal lain yang perlu diperhatikan
1️⃣ Federal Reserve mempertahankan suku bunga di 3,75% pada keputusan Maret, tetap dovish, tetapi lonjakan harga minyak dan data inflasi yang tetap kuat membuat pasar memperkirakan paling banyak satu kali penurunan suku bunga hingga 2026. Artinya, jangan berharap Fed akan menurunkan suku bunga secara besar-besaran untuk menyelamatkan pasar.
2️⃣ Data inflasi penting yang akan dirilis Jumat ini (CPI/PCE), akan menentukan jalur suku bunga dan arah pasar ke depan. Jika data inflasi melebihi ekspektasi, kemungkinan besar Fed akan menunda lagi penurunan suku bunga, dan tekanan di pasar saham akan semakin besar.
Pasar saat ini seperti berjalan di atas kawat, di satu sisi ketegangan geopolitik mendorong harga minyak dan inflasi naik, di sisi lain Federal Reserve enggan menurunkan suku bunga. Data inflasi Jumat nanti akan menjadi indikator utama, jadi pantau terus!