Ledger Menunjuk CFO Baru dan Membuka Kantor Baru di New York di Tengah Diskusi IPO AS

TLDR

  • Ledger menunjuk John Andrews sebagai CFO untuk mendukung rencana ekspansinya di AS.
  • Perusahaan membuka kantor New York untuk memperkuat divisi institusionalnya.
  • Ledger menelusuri IPO AS dengan potensi valuasi lebih dari $4 miliar.
  • Kantor New York akan menciptakan peran dalam fungsi enterprise dan pemasaran.
  • Solusi keamanan Ledger membantu mengamankan lebih dari 30% stablecoin dolar yang dimiliki investor ritel.

Ledger telah menunjuk mantan eksekutif Circle John Andrews sebagai kepala keuangan (CFO) dan membuka kantor New York saat perusahaan memperluas keberadaannya di Amerika Serikat. Langkah ini muncul ketika perusahaan keamanan kripto tersebut menjajaki kemungkinan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di AS yang dapat memberi valuasi perusahaan lebih dari $4 miliar.

Ledger Menunjuk John Andrews sebagai CFO di Tengah Ekspansi AS

Ledger, pemimpin global dalam keamanan aset digital, telah menunjuk John Andrews sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru. Andrews, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Capital Markets dan Investor Relations di Circle, membawa lebih dari 25 tahun pengalaman dalam keuangan perusahaan dan layanan keuangan. Penunjukannya merupakan bagian dari upaya lebih luas Ledger untuk meningkatkan skala operasinya seiring perusahaan memperluas kehadirannya di AS.

IG Group sedang mempertimbangkan pencatatan di New York sebagai cara untuk memperkuat keberadaannya di pasar besar untuk platform perdagangan online

— Bloomberg (@business) March 19, 2026

Keputusan perusahaan untuk merekrut Andrews hadir saat Ledger terus menjalankan strategi pertumbuhannya di AS, pasar global terbesarnya. Keahliannya akan menjadi kunci dalam mendukung upaya berkelanjutan Ledger untuk memperdalam hubungan dengan para pemangku kepentingan utama di industri keuangan, termasuk bank, manajer aset, kustodian, dan penerbit stablecoin.

Ledger Memperluas Jejaknya di New York

Selain merekrut CFO baru, Ledger telah membuka kantor baru di New York City. Ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi perusahaan, sekaligus memperkuat komitmennya untuk membangun pijakan yang kuat di pasar AS. Kantor New York akan berfungsi sebagai pusat utama bagi divisi institusional Ledger, Ledger Enterprise.

Perusahaan berencana menginvestasikan jutaan dolar ke operasinya di AS. Kantor baru ini akan berfokus pada pengembangan Ledger Enterprise, sebuah divisi yang didedikasikan untuk menyediakan infrastruktur aset digital bagi klien institusional.

he move selaras dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi untuk aset digital yang aman dan andal, dengan Ledger memainkan peran kunci dalam mengamankan lebih dari 30% stablecoin dolar yang dimiliki investor ritel. Perusahaan memperkirakan bahwa kehadiran AS yang diperluas akan mendorong terciptanya puluhan pekerjaan baru di berbagai fungsi, termasuk enterprise dan pemasaran.



Potensi IPO AS Ledger

Ekspansi Ledger di AS terjadi pada saat perusahaan juga mempertimbangkan kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Perusahaan dilaporkan telah berhubungan dengan penasihat keuangan, termasuk Goldman Sachs, Barclays, dan Jefferies, untuk menelusuri kemungkinan pencatatan publik. Menurut laporan, IPO Ledger dapat memberi nilai perusahaan lebih dari $4 miliar, meskipun rencana untuk penawaran tersebut masih berada pada tahap awal dan dapat berubah.

CEO Pascal Gauthier menekankan bahwa Ledger memiliki posisi yang unik untuk membantu institusi beralih ke aset digital. Dengan rekam jejaknya dalam mengamankan aset digital yang kritis dan komitmennya terhadap inovasi, dorongan perusahaan ke pasar AS tampaknya tepat waktu.

Perusahaan ini, yang didirikan pada 2014, telah menjual lebih dari 8 juta perangkat dan saat ini mengamankan lebih dari 20% aset kripto dunia. Laju pertumbuhan yang mengesankan ini telah menempatkan Ledger sebagai pemain terkemuka di ranah keamanan kripto.

Saat Ledger terus membangun kehadirannya di AS dan memperkuat tim kepemimpinannya, potensi IPO-nya dapat menandai babak baru dalam pertumbuhan perusahaan. Namun, keputusan akhir mengenai apakah akan melanjutkan penawaran tersebut akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi pasar dan kinerja bisnis pada beberapa bulan mendatang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan